Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam mengatakan pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan harus kian ditingkatkan. Hal itu akan membuat Indonesia bisa mengandalkan sumber daya milik sendiri tanpa harus selalu bergantung kepada pihak lain.
Hal itu diungkapkan Nizam dalam sambutan pada acara Dexa Award Science Scholarship (DASS) 2021 yang digelar secara daring, Rabu (30/6). Dalam acara yang juga dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartato dan Kepala KSP Moeldoko ini, Nizam mengatakan pemberian beasiswa berperan penting dalam meningkatkan jumlah peneliti dan membangun sumber daya manusia di bidang keseh Sebab saat ini Indonesia masih bergantung kepada bahan baku obat luar negeri begitu pula dengan alat-alat kesehatan.
"Kalau tidak salah 95 persen bahan baku obat kita masih impor, demikian juga alat kesehatan masih impor, kita harus pelan-pelan tapi pasti melakukan upaya pengembangan di dalam negeri," kata Nizam.
Bahan baku obat dalam negeri harus dikembangkan, demikian juga inovasi-inovasi baru di bidang kesehatan. Tak hanya itu, sumber daya alam Indonesia yang melimpah juga hendaknya dimanfaatkan, seperti untuk mengembangkan fitofarmaka, yakni obat bahan alam yang sudah dibuktikan keamanan dan khasiat secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, di mana bahan baku dan produk jadinya sudah distandardisasi.
"Dengan semangat membangun kedaulatan merah putih dalam teknologi, dalam pemenuhan obat-obatan, kemajuan Indonesia akan bisa diakselerasi mewujudkan Indonesia jaya yang diharapkan bersama," jelasnya.
Pimpinan Dexa Group, Ferry Soetikno menyatakan DASS merupakan bukti komitmen Dexa Group untuk mencetak saintis di sektor kesehatan. Menurut Ferry, program ini diarahkan untuk mencetak kader-kader ilmuwan Indonesia di masa depan yang mampu menggerakkan dan memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan menghasilkan produk dalam bidang farmasi dan kesehatan.
"Begitu banyak peluang dan tantangan yang terbentang di hadapan kita semua. Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada peserta DASS 2021. Saya sampaikan ucapan selamat kepada para finalis dan juga terutama para pemenang, tetaplah bersemangat dan berusaha lebih giat lagi untuk menghasilkan karya-karya gemilang di masa depan," ujar Ferry.
Pada penyelanggaran DASS 2021, terpilih 3 pemenang yang mendapatkan beasiswa pendidikan S2 dan juga penelitian. Ketiganya adalah adalah Jenifer Kiem Aviani (alumnus Institut Teknologi Bandung), Ni Putu Eka Krisnayanti (alumnus Universitas Udayana), dan Ahmad Ikhsanudin (alumnus Universitas Lampung). (Ant/OL-15)
Saksi proyek pengadaan Chromebook Kemendikbudristek akui raup untung Rp10,2 miliar dan kembalikan Rp5,1 miliar ke Kejagung dalam sidang Tipikor Jakarta.
Nadiem menyampaikan bahwa dirinya tetap siap mengikuti persidangan, meski masih menjalani perawatan medis berdasarkan rekomendasi dokter.
Menjawab pertanyaan silang dari Nadiem Anwar Makarim di persidangan, mantan Dirjen PAUD Dikdasmen Hamid Muhammad menegaskan pandangannya tentang integritas mantan atasannya tersebut.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Sidang kasus dugaan korupsi di Kemendikbudristek Kembali bergulir, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (6/1).
Laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yakni https://pip.kemendikbudristek.com/ merupakan portal informasi resmi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved