Selasa 29 Juni 2021, 11:03 WIB

Jangan Asal Isolasi Mandiri, Ini yang Harus Diperhatikan

Atalya Puspa | Humaniora
Jangan Asal Isolasi Mandiri, Ini yang Harus Diperhatikan

MI/Koresponden
Aula Masjid Raya KH.Hasyim Asy'ari di Cengkareng, Jakarta Barat, dipersiapkan jadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 tanpa gejala.

 

PEMERINTAH menyarankan kepada orang yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Namun demikian, dalam melakukan isolasi mandiri masyarakat juga harus memahami apa saja yang harus menjadi perhatian untuk mengontrol kondisi tubuhnya sendiri.

Dalam unggahan Instagram Dokter Decsa Medika, terdapat sejumlah hal yang harus diperhatikan saat melakukan isolasi mandiri. Pertama, rutin mengecek denyut nadi. Caranya yakni dengan meraba nadi yang ada di pergelangan tangan dengan menggunakan tiga jari.

"Hitung denyut nadi yang teraba di pergelangan tangan selama 60 detik. Normalnya dalam 1 menit, hitung nadi Anda berkisar 60 - 100 kali/menit serta ritmenya normal dan teratur. Jika nadi anda lebih dari 100 kali/ menit mungkin ada masalah," kata Dokter Decsa.

Kedua, yakni lakukan cek tensi secara rutin. Gunakan tensi digital jika ada, dan lakukan pengukuran darah. Caranya, pasang manset tensi di lengan anda di atas siku. Duduk tenang tunggu 5 menit lalu mulai lakukan pengukuran tekanan darah.

"Normalnya tensi berkisar antara 110 - 130 / 60 - 80 mmHg," ungkapnya.

Selanjutnya, untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan aman, rutinlah mengecek suhu tubuh menggunakan termometer. Normalnya, suhu tubuh manusia berkisar antara 36,5 sampai 37,5 celcius.

Tak boleh dilupakan juga untuk mengecek napas. Caranya, bernapaslah seperti biasa kemudian hitung dalam 1 menit anda bernapas berapa kali.

"Normalnya rate napas anda tiap menit antara 12-20 kali per menit," ungkapnya.

Selain itu, jangan lupakan untuk mengecek saturasi. Sebaiknya, bagi anda yang sedang melakukan isolasi mandiri sediakanlah alat pulse oximeter yang dijual di banyak apotek maupun e-commerce.

"Taruh telunjuk anda pada alat pulse oxymeter, nyalakan, kemudian tnggu hingga alat menunjukan saturasi oksigen. Normalnya saturasi napas yang dikur oleh alat pulse oxymeter berkisar antara 95-99%," bebernya. (Ata/OL-09)

Baca Juga

Dok Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat.

Perlu Bantuan Solusi dan Kreativitas Agar Para Pegiat Seni Bisa Bertahan di Masa Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 12:47 WIB
Potensi yang dimiliki para dalang muda sangat besar untuk mengembangkan kesenian agar bisa terus dinikmati masyarakat...
Dok AAMA

Diikuti 1.000 Peserta, Arman Armano Sukses Gelar AAMA 2021

👤Mediaindonedsia.com 🕔Senin 29 November 2021, 11:29 WIB
Setelah sempat terhenti di tahun 2020 karena pandemi Covid-19, ajang kompetisi makeup Arman Armano Makeup Awards (AAMA), akhirnya kembali...
 ANTARA/Basri Marzuki

Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Mitigasi Tsunami melalui Sapa Desa Tangguh Bencana

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 29 November 2021, 10:30 WIB
Ada tiga cara dalam mengatasi bencana, yaitu jauhkan masyarakat dari bencana, jauhkan bencana dari masyarakat dan hidup berdampingan dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya