Jumat 25 Juni 2021, 20:27 WIB

IDI Usulkan Kemenkes Pakai Telemedisin bagi Pasien Covid-19 Isoman

Mediaindonesia | Humaniora
IDI Usulkan Kemenkes Pakai Telemedisin bagi Pasien Covid-19 Isoman

Alexander NEMENOV / AFP
Ilustrasi: Dokter menjawab pasien saat sesi konsultasi online di telemedicine centre di Moskow.

 

IKATAN Dokter Indonesia (IDI) memberikan usulan kepada Kementerian Kesehatan untuk dapat menyediakan sistem telemedisin atau pengobatan jarak jauh memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan panduan isolasi mandiri untuk pasien COVID-19.

Hal itu untuk mengurangi Bed Occupancy Rate (BOR) maupun beban yang dihadapi oleh fasilitas kesehatan baik di level puskesmas maupun rumah sakit yang saat ini tengah mengalami kelebihan kapasitas atau overload di beberapa wilayah vital di Indonesia seperti di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Kita bisa mengaktifkan isolasi mandiri menjadi regulasi nasional dengan sistem telemedisin, nah dengan begitu kita bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat kapan dia harus datang ke faskes atau cukup jalani isolasi mandiri,” kata Ketua Terpilih Pengurus Besar (PB) IDI dokter Adib Khumaidi dalam jumpa pers virtual membahas salah satu strategi menangani lonjakan kasus COVID-19, Jumat.

Ia berharap dengan adanya sistem nasional yang membantu masyarakat memahami konsep isolasi mandiri menggunakan telemedisin, maka penangan COVID-19 khususnya untuk kondisi bergejala berat bisa ditangani dengan optimal.

Baca juga: IDI: Situasi Covid-19 Terkini Sudah Penuhi Syarat Lakukan PSBB Total

Cara itu diharapkan dapat mengurangi jumlah masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan karena dengan demikian meski dari jarak yang jauh masyarakat bisa memahami langkah- langkah yang bisa dilakukannya dari rumah jika mengalami gejala ataupun ketika terpapar COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

Sistem telemedisin itu harus terpantau oleh tenaga medis sehingga ketika ada keluhan gejala pasien atau masyarakat memberat dapat diambil keputusan lebih lanjut.

Dengan pemantauan itu pun dokter yang melayani layanan telemedisin isolasi mandiri bisa memberikan penanganan atau resep khusus bagi pasien yang menjalankan perawatannya dari rumah.

"Telemedisin itu fungsinya untuk memantau agar jangan sampai masyarakat tidak mengetahui kondisinya tiba- tiba sudah mengalami sesak nafas yang tergolong gejala berat atau datang ke faskes sudah dalam kondisi desaturasi (penurunan kapasitas paru- paru),” kata Adib.

Jika sistem telemedisin itu bisa diwujudkan maka setidaknya diharapkan bisa mengurangi kepanikan pada masyarakat yang mengalami gejala dan bisa menjadi rujukan untuk perawatan dari rumah.

IDI pun berkomitmen akan terlibat untuk melakukan pemantauan jika sistem itu dapat direalisasikan. (Ant/OL-4)

Baca Juga

Dok Satgas Penanggulangan Covid-19

Tinjau GOR Gelarsena Klaten, Ketua Satgas Ingin Pengendalian COVID-19 Terintegrasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Juli 2021, 00:00 WIB
“Antara penanganan di hulu dan di hilir ini harus kolaboratif. Harus menjadi satu rangkaian penanganan covid-19 yang terintegrasi...
Dok. Satgas Relawan

Kolaborasi Satgas Relawan-Baznas Beri Edukasi soal Pemulasaran Jenazah Covid-19

👤Mediaindoensia.com 🕔Kamis 29 Juli 2021, 23:43 WIB
Relawan COVID-19 yang mengikuti Kegiatan Webinar hari ini kemudian akan dilatih dan didampingi untuk membantu proses pemulasaran jenazah...
Dok. Aprobi

Dukung PPKM, Aprobi Bagikan 1.200 Paket Makanan Tiap Hari

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 29 Juli 2021, 22:34 WIB
Paket makanan tersebut didistribusikan ke sejumlah wilayah di Jabodetabek dan ditujukan utamanya bagi masyarakat yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya