Jumat 18 Juni 2021, 14:35 WIB

Cegah Gelombang Covid-19, Instruksi Mendagri Soal PPKM Perlu Didukung

Mediaindonesia.com | Humaniora
Cegah Gelombang Covid-19, Instruksi Mendagri Soal PPKM Perlu Didukung

ANTARA/GALIH PRADIPTA
Prajurit TNI bersiap mengikuti Apel Gelar Pasukan Pengetatan PPKM Mikro wilayah DKI Jakarta di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (18/6/2021)

 

GELOMBANG kedua kasus positif virus korona melanda sejumlah daerah di Tanah Air. Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah pusat kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro pada 15-28 Juni melalui Instruksi Mendagri Nomor 13 Tahun 2021.  

Kebijakan ini mendapatkan apresiasi dari DPR RI dan pemerhati karena dinilai tepat untuk menyelamatkan kesehatan rakyat. Namun pemerintah pusat diminta mengawasi, memberi sanksi bagi pemerintah daerah yang mengabaikannya dan memberi penghargaan bagi yang melaksanakannya.

Baca juga: Anies: Gelombang Baru Covid-19 tidak Boleh Anggap Enteng

"Saya mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat yang mengeluarkan instruksi untuk meredam kenaikan pasien covid-19," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim dalam keterangannya, Jumat  (18/6).

Menurut dia Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bergerak cepat dengan menerbitkan instruksi nomor 13 tahun 2021 kepada pemerintah daerah agar mengencangkan kembali pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah daerah dan masyarakat perlu terus diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Pasalnya gejala kejenuhan masyarakat dalam pelaksanaan aturan itu sudah meluas. "Begitu juga dengan sebagian pemerintah daerah yang mulai kendor dalam pengendalian covid-19 di daerah," katanya.

Ia mengatakan instruksi Mendagri itu harus disokong untuk mencegah covid-19. Ia pun berharap pemerintah dapat meyakinkan masyarakat untuk terus menjalankan protokol kesehatan. "Menurut saya, mau tidak mau, entah bagaimana caranya, proses vaksinasi harus dipercepat perluasan jangkauannya kepada masyarakat," ungkapnya.

Untuk percepatan vaksinasi inilah, lanjut dia, Presiden Jokowi perlu memimpin sendiri program vaksinasi agar semua hambatan pelaksanaan vaksinasi dapat diakses dengan mudah.

"Saya yakin, jika setiap hari program vaksinasi mampu menjangkau minimal dua juta orang, maka dalam waktu tidak lama akan tercipta kekebalan komunal yang menjadi syarat utama pandemi covid-19 ini berakhir dan kehidupan dapat berjalan normal kembali," pungkas Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB itu.  

Pada bagian lain, Pelaksana Tugas Direktur Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Arman Suparman juga mengapresiasi Instruksi Mendagri ini. Hanya terkait instruksi pemerintah pusat itu masih terkendala implementasi oleh pelaksanannya oleh pemerintah daerah.

Menurut dia, tidak jarang pemerintah daerah mengabaikan instruksi pemerintah pusat. Hal serupa dapat terjadi dalam implementasi instruksi tersebut. Padahal, kata dia, kesehatan rakyat sangat penting . Supaya pemerintah daerah benar-benar mengikuti arahan pemerintah pusat,  perlu sanksi dan insentif.

"Maka perlu didorong juga pemerintah pusat adalah soal pembinaan dan pengawasan pascainstruksi ini. Dalam arti daerah-daerah yang tidak menjalankannya perlu diberi sanksi tegas dan yang merealisasikan instruksi itu harus diberi insentif," tegasnya.

Diketahui Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian mengeluarkan instruksi kepada semua gubernur terkait perpanjangan PPKM Mikro. Salah satu instruksinya adalah sekolah yang berada di zona merah harus menerapkan belajar daring.

Poinnya antara lain, kabupaten/kota yang berada dalam zona merah melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara daring. Kegiatan belajar mengajar di zona oranye dan zona kuning dilakukan secara tatap muka namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Instruksin lainnya, setiap perkantoran di zona kuning dan oranye harus menerapkan bekerja di rumah atau work from home (WFH) 50% dan bekerja di kantor atau work from office (WFO) 50%. Sementara kabupaten/kota yang berada dalam zona merah pembatasan dilakukan dengan menerapkan WFH sebesar 75% dan WFO sebesar 25%.

Lalu, untuk sektor esensial seperti, kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri, yang ditetapkan sebagai objek vital nasional, serta kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, dapat beroperasi 100%.

Kegiatan makan dan minum di restoran hanya diperbolehkan dengan kapasitas 50%. Pemerintah tetap menganjurkan restoran mengutamakan layanan pesan antar. Jam operasional mal hanya sampai pukul 21.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan. Jumlah pengunjung dibatasi 50 % dari kapasitas mal.

Untuk Kabupaten/Kota selain pada zona merah diizinkan untuk dilaksanakan (ibadah di tempat ibadah) dengan pembatasan kapasitas sebesar 50%, dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat. Kabupaten/kota pada zona merah dibatasi secara ketat dan lebih mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah. (Ant/A-1)

Baca Juga

Dok UII

UII Yogyakarta Siapkan 29 Beasiswa Lewat OSC Medcom

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Jumat 30 September 2022, 22:09 WIB
UII Yogyakarta merupakan 1 dari 27 perguruan tinggi yang menjadi mitra OSC Medcom pada...
Dok. Unsada

Unsada Gandeng Sumitomo Bekali Mahasiswa Persiapan Masuk Dunia Kerja

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 21:56 WIB
Rektor Unsada Tri Mardjoko mengatakan, kampusnya menjalin kerja sama dengan Sumitomo untuk memberikan bekal berharga bagi para mahasiswa...
Dok HIPKI

Ayep Zaki Kunci Sukses Munas HIPKI 2022

👤Media Indonesia 🕔Jumat 30 September 2022, 21:45 WIB
kesuksesan munas ini dari serangkaian keputusan yang dihasilkan, seperti pemilihan ketua umum DPP HIPKI periode...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya