Kamis 10 Juni 2021, 13:05 WIB

Percepat Pemberian Stimulan Rumah Korban Seroja dan Gempa Jatim

Atalya Puspa | Humaniora
Percepat Pemberian Stimulan Rumah Korban Seroja dan Gempa Jatim

MI/Palce
Korban Siklon Seroja di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mulai membangun kembali rumah mereka yang roboh dengan bantuan dari dermawan.

 

PENANGANAN pascabencana Siklon Tropis Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan gempa di Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendapat atensi khusus dari pemerintah karena masifnya dampak bencana.

Kedua pemerintah daerah provinsi tersebut telah menetapkan masa transisi darurat menuju pemulihan yang akan berakhir pada 30 November 2021 untuk NTT dan 31 Desember untuk Jatim.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Plt Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Nelwan Harahap mendorong percepatan penanganan bencana melalui rapat koordinasi (rakor) di Kantor Kemenko PMK, Rabu (9/6).

“Seluruh pihak harus bersatu padu menyumbangkan kontribusi terbaiknya untuk pemulihan dan kebangkitan wilayah terdampak bencana, karena masyarakat sampai detik ini masih tetap membutuhkan kehadiran negara”, ucap Nelwan dalam keterangan resmi, Kamis (10/6).

Dalam rakor itu, Nelwan memberi beberapa rekomendasi. Sebagai rekomendasi pertama, pemda harus segera melengkapi kekurangan dokumen untuk kelancaran pengajuan stimulan rumah dan santunan korban luka.

"Kedua, pemda, Kementerian ATR serta Kementerian PUPR harus intens berkoordinasi penyiapan lahan relokasi," kata Nelwan.

Untuk rekomendasi ketiga, Pemda diingatkan untuk menerbitkan SK terkait pembayaran tunjangan guru sekolah dan madrasah yang terdampak bencana. Keempat, Kemenko PMK meminta inventarisasi desa-desa yang membutuhkan bantuan untuk dikoordinasikan dengan Kemendes dan Kemendagri sehingga dapat mengoptimalisasi sumber pembiayaan salah satunya melalui dana desa.

"Di saat pandemi, masyarakat terdampak bencana harus terpenuhi kebutuhan dasarnya serta dijamin keselamatannya dari ancaman penyebaran Covid 19," tegas Nelwan.

Dalam rakor itu, BPBD Provinsi NTT menyampaikan bahwa akan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian ATR/BPN dalam hal penyediaan lahan relokasi serta pembangunan pemukiman.

BPBD NTT juga akan berkoordinasi dengan BNPB terkait pendanaan hunian tetap dan penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) serta akan berkoordinasi dengan Kemendagri terkait data kependudukan yang menjadi kendala pemberian stimulus dana tunggu hunian.

Sementara itu, BPBD Jatim akan terus mendorong Pemkab terdampak agar segera merampungkan data dukung pendanaan hunian tetap serta terus berkoordinasi dengan BNPB. Sementara mengenai fasilitas pendidikan dan peribadatan yang rusak akan dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR, Kemendikbud serta Kemenag. (H-2)

Baca Juga

Dok Starbucks

Barista Asal Indonesia Bertanding di World Cup Tasters Championship 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Oktober 2021, 08:01 WIB
Kejuaraan ini memberikan penghargaan kepada cupper kopi profesional yang menunjukkan kecepatan, keterampilan, dan ketepatan dalam...
dw.com

Apa yang Dimaksud dengan Teori Evolusi?

👤Sofia 🕔Senin 25 Oktober 2021, 07:30 WIB
Evolusi, dalam kajian biologi, berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi...
MI/Francisco Carolio Hutama Gani

BMKG Peringatkan Adanya Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Oktober 2021, 07:10 WIB
Selain itu BMKG juga memperingatkan agar mewaspadai tinggi gelombang hingga 2...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Proyek Strategis Terus Melaju

Pemerintah perlu melakukan berbagai langkah extraordinary agar realisasi PSN dapat berjalan lebih maksimal.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya