Rabu 02 Juni 2021, 15:20 WIB

Proyeksi Penduduk Capai 319 Juta Jiwa di 2045 Jadi Tantangan Berat

Faustinus Nua | Humaniora
Proyeksi Penduduk Capai 319 Juta Jiwa di 2045 Jadi Tantangan Berat

Youtube
Tangkapan layar webinar series MWA UI Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan, Rabu (2/6).

 

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyampaikan bahwa proyeksi jumlah penduduk Indonesia bakal mencapai 319 juta jiwa pada 2045. Angka tersebut menjadi tantangan berat bila tidak dipersiapkan dengan baik kualitas SDM-nya.

"Dari segi jumlah ini saja saya melihat bahwa berat tantangan kita ke depan," Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Agus Sartono mewakili Menko PMK Muhadjir Effendy, dalam webinar series MWA UI Pendidikan Indonesia untuk Masa Depan Bangsa dan Kemanusiaan, Rabu (2/6).

Dijelaskannya, berdasarkan sensus penduduk 2020 tercatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,20 juta jiwa. Bila dibagi menurut kelompok usia, maka total penduduk didominasi Generasi Z sebanyak 27,94% dan Generasi Milenial sebanyak 25,87% yang akan memasuki usia produktif.

Di satu sisi, banyaknya penduduk usia produktif akan menjadi kekuatan pembangun nasional. Namun, bila tidak dibekali dengan kemampuan yang unggul, maka sebaliknya akan menjadi bencana populasi.

"Tantangan terbesar kita memastikan SDM kita punya kualitas yang baik. Itu setidaknya dilihat dari tingkat pendidikan yang mereka peroleh dan kesehatan. Dan memang saat ini kita maih jauh dari kondisi itu," imbuh Agus.

Lebih lanjut, dia membeberkan bahwa setiap tahun terdapat sekitar 11 juta pencari kerja. Dari jumlah tersebut 1,8 juta merupakan lulusan baru SMA, 1,5 lulusan perguruan tinggi dan sisanya pengangguran terbuka.

Sementara itu, banyak potensi pekerjaan yang ada saat ini terancam hilang. "Itu karena pemanfaatan vitualisasi, otomatisasi dan AI (kecerdasan buatan)," kata dia.

Untuk itu, dia menekankan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM. Pendidikan tidak hanya dimaknai secara formal, tapi pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai fundamental yakni kerja keras, gotong-royong dan integritas.

Pendidikan karakter, lanjutnya harus dimulai sejak dini. Hal itu merupakan upaya menyiapkan SDM unggul yang memiliki daya saing dan berintegritas untuk lepas dari ancaman bonus demografi.

Disamping itu, pendidikan juga harus terus menyesuaikan diri. Tantangan di masa depan harus disiapkan dari sekarang. "Karena kalau terlambat menyiapkan SDM unggul, maka justru akan menimbulkan bencana di populasi," tandasnya. (H-2)

Baca Juga

Ist

KNPI dan FKPPI Siap Bersinergi Bantu Pemerintah Tangani Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 September 2021, 23:21 WIB
Saatnya pemuda menyatukan tekad guna membantu pemerintah, di antaranya menyukseskan program vaksinasi guna menekan angka penyebaran...
MI/SUMARYANTO BRONTO

Jaringan Internet BAKTI Membuat Pulau Auki tidak Lagi Kelam

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 September 2021, 21:35 WIB
Sayangnya, dari 19 distrik atau kecamatan yang ada di Kabupaten Biak Numfor baru 2 distrik yang terkoneksi dengan sambungan telekomunikasi...
Dok FKG Univ Moestopo

FKG Universitas Moestopo Sukses Gelar Pelatihan Dental Implan 

👤RO 🕔Sabtu 25 September 2021, 21:10 WIB
Melalui program KIT GTI di PBIKG, dokter gigi dapat memperoleh sertifikat yang berlaku lima tahun untuk bekerja melayani pemasangan gigi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya