Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Siber Asia (UNSIA) mengukuhkan diri masuk sebagai 100 besar universitas terdepan dalam bidang inovasi di dunia dalam daftar The World University Rankings for Innovation (WURI) 2025.
UNSIA meraih penghargaan di tiga bidang sekaligus yaitu peringkat 76 dalam bidang Student Mobility and Openness, peringkat 56 di bidang Industrial Application, dan peringkat ke-27 dalam bidang Environmental, Social and Government Trend. Dan secara keseluruhan, UNSIA mengukuhkan posisi 383 dari 1.350 universitas di dunia.
"Penghargaan WURI menunjukkan bahwa ide, gagasan dan inovasi yang dibangun dalam tata kelola Univesitas Siber Asia teruji secara global. Dari 16 aspek inovasi, 3 diantaranya masuk kategori dan mendapatkan penghargaan WURI. Inovasi ini memberikan kontribusi dan dampak kepada dunia industri dan masyarakat yaitu bidang student mobility, industrial application dan government," kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat, Ucuk Darusalam, Sabtu (2/8).
Ucuk beharap tahun depan UNSIA akan meningkat rankingnya dari 400 besar menuju kepada 300 atau 200 besar. Disinilah Universitas Siber Asia ditantang untuk menghadirkan inovasi di dalam 16 aspek atau standar.
"UNSIA menyatakan siap untuk menyongsong inovasi yang lebih baik dan yang lebih mengarah kepada kontribusi dan the real impact for the society dan industry," ujar Ucuk.
WURI adalah sebuah pemeringkatan internasional yang menyoroti kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap inovasi, industri, dan pembangunan masyarakat. Tahun ini, WURI menerima 4.866 inovasi dari 1.350 universitas di dunia. WURI mengundang 203 universitas terkemuka untuk mengevaluasi kampus melalui tiga kriteria, yaitu inovasi, implementasi dan dampak dari kegiatan yang dilakukan.
Tidak seperti pemeringkatan konvensional yang menitikberatkan pada reputasi akademik dan publikasi, WURI memberikan perhatian utama pada kontribusi nyata universitas terhadap masyarakat.
Dengan prestasi tersebut diharapkan para lulusan Unisa memiliki kapabilitas untuk menghadapi tantngan global.
Rektor UNSIA, Prof Cho Jang Youn mendorong para wisudawan untuk dapat membangun kapabilitas. Ia berharap para wisudawan dapat meningkatkan kapabilitas yang lebih banyak ditentukan oleh usaha, kerja keras, dan jerih payah serta mampu menghadapi tantangan global khususnya di bidang
keuangan global. Oleh karena itu, UNSIA, lanjutnya akan melakukan beberapa langkah strategis.
"Kami akan membuka Biro Center for Future Career Development atau Pusat Pengembangan Karir Masa Depan. Biro ini akan melakukan kajian dan analisis mengenai jenis-jenis pekerjaan yang akan banyak dibutuhkan di Indonesia dalam 5 hingga 10 tahun ke
depan," ujar Prof Cho.
Di bidang AI, UNSIA akan menandatangani MoU dengan Udacity Korea, dengan konten yang disiapkan oleh Stanford University dan manajemen Silicon Valley, yang berspesialisasi dalam AI, Big Data, dan mata pelajaran untuk era digital.
Tidak hanya itu, Prof Cho menambahkan bahwa UNSIA akan mencoba menghubungkan lulusan UNSIA dengan pekerjaan profesional di Amerika, Singapura, atau Korea dan Jepang. Nantinya, UNSIA akan menjadi universitas pertama di Indonesia yang mendirikan Center of Future Career Development.
Diketahui pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2024/2025 yang diselenggarakan pada Sabtu, 26 Juli 2025. UNSIA mewisuda 207 wisudawan yang terdiri 84 wisudawan dari Prodi Manajemen, 17 wisudawan dari Prodi Akuntansi, 9 wisudawan dari Prodi Sistem Informasi, 43 Wisudawan dari Prodi Informatika, dan 54 Mahasiswa Prodi Komunikasi.
Prosesi wisuda ini dilaksanakan secara Hybrid dengan sejumlah 149 Mahasiswa wisuda secara Onsite, 57 secara online, serta ada wisudawan yang berhalangan hadir karena sakit dan sedang berada di Yordania dalam rangka kegiatan kemanusiaan (H-2)
Rektor UNSIA Jang Youn Cho mengatakan, program ini akan segera dimulai tahun ini dengan menjangkau lebih dari 17 ribu desa di seluruh Indonesia.
Universitas Siber Asia (UNSIA) meresmikan Center of Teaching Excellence (CTE) pada Rabu (14/5) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran daring
Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) mempercepat langkah internasionalisasi kampus melalui penguatan mutu akademik dan perluasan kerja sama lintas negara.
STEFANIA Giannini (2026), Assistant Director-General for Education UNESCO, mengemukakan sistem pendidikan tinggi memainkan peran strategis dan tak tergantikan dalam membangun masyarakat
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Program studi yang selaras dengan minat umumnya akan membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan, sekaligus meningkatkan motivasi dalam menjalani perkuliahan.
Dalam satu waktu, tidak jarang sebuah universitas mengukuhkan tiga, lima, bahkan tujuh guru besar sekaligus.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), saat ini terdapat hampir 10 juta mahasiswa yang menempuh pendidikan di 4.416 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved