Minggu 23 Mei 2021, 14:00 WIB

Wapres: Pandemi Sulit Diatasi Apabila Hanya Andalkan Pemerintah

Emir Chairullah | Humaniora
Wapres: Pandemi Sulit Diatasi Apabila Hanya Andalkan Pemerintah

MI/Agus Mulyawan
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

Wakil Presiden Ma’ruf Amin meyakini pandemi covid-19 dan dampak turunannya sulit diatasi apabila hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kerja keras secara kolektif dari warga negara untuk mengatasi krisis akibat pandemi ini. 

"Pemerintah sudah melakukan segala daya untuk memulihkan keadaan kesehatan, sosial, dan ekonomi. Tetapi, tanpa bantuan dan solidaritas dari warga negara mustahil hal ini bisa ditangani dengan cepat," kata Ma’ruf saat memberi sambutan dalam acara silaturahmi secara virtual bersama Ikatan Alumni Universitas Brawijaya, Sabtu (22/5).

Baca juga: Cegah Kecurangan Vaksinasi, Komunikasi Publik Harus Ditingkatkan

Ma’ruf menyebutkan, bangsa Indonesia memiliki dua modal penting untuk segera keluar dari kesulitan ini. Pertama, modal spiritual yakni ujian ini harus dihadapi tidak hanya dengan usaha tetapi juga doa sehingga tidak akan melemahkan semangat. "Kedua, modal sosial (yaitu) ikatan persaudaraan dan solidaritas akan menguatkan karena disangga secara berjamaah,” jelasnya.

Karena itu, Ma’ruf berharap seluruh lapisan masyarakat, termasuk anggota Ikatan Keluarga Alumni Universitas Brawijaya, mau memberikan kontribusinya dalam upaya pemulihan kondisi masyarakat saat ini. 

“Seluruh alumni Ikatan Keluarga Alumni Universitas Brawijaya saya harapkan dapat menyumbangkan tenaga, waktu, dan pikiran untuk bersama-sama menghadapi masalah ini, sekaligus berkontribusi memajukan kesejahteraan masyarakat. Saya percaya dengan kapasitas dan komitmen para alumni Universitas Brawijaya,” tuturnya.

Baca juga: Pakar UGM: Pengendalian Covid-19 Nonobat Efektif Tekan Kasus Baru

Ia juga menekankan bahwa agenda keumatan yang paling penting saat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan untuk pemulihan kehidupan dengan dukungan empati dan solidaritas persaudaraan. (H-3)

“Penguasaan ilmu pengetahuan merupakan prasyarat kesiapan untuk menghadapi perubahan agar peradaban menjadi lebih baik. Sementara terciptanya kesejahteraan membuat kehidupan menjadi lebih berkualitas,” terangnya.

Menurunya, salah satu ikhtiar pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat adalah melalui pembangunan ekonomi dan keuangan syariah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa program prioritas pemerintah ini tidak hanya untuk kepentingan umat muslim, tetapi juga untuk seluruh bangsa Indonesia. 

“Perlu dipahami bahwa ekonomi dan keuangan syariah ini bersifat inklusif, tidak hanya untuk pemeluk agama Islam saja, tetapi semua golongan dan kelompok masyarakat. Cita-cita dari seluruh upaya ini adalah mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi,” pungkasnya. 

Baca Juga

MI/ROMMY PUJIANTO

Mahal, Hamdan Zoelva Minta Pemerintah Kaji Ulang Impor Alat Kesehatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 29 Oktober 2021, 04:00 WIB
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hamdan Zoelva meminta pemerintah mengkaji ulang impor alat...
Ilustrasi

Lawan Perubahan Iklim, Indonesia Butuh Rp3.500 Triliun

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 23:10 WIB
anggaran pendanaan yang ada di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diakui tak akan mampu menopang pembiayaan agenda...
Ist

Sumpah Pemuda Momentum Kaum Muda Perkuat Kontribusi Untuk Bangsa

👤Widhoroso 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 23:01 WIB
PERINGATAN Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi kaum muda untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kebut Penyelesaian Sanksi WADA

Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA akan bekerja lebih cepat mengingat jadwal kompetisi internasional yang padat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya