Kamis 20 Mei 2021, 20:51 WIB

TFRIC-19 Tahun Ini Fokus Komersialisasi Produk Inovasi Covid-19

Siswantini Suryandari | Humaniora
TFRIC-19 Tahun Ini Fokus Komersialisasi Produk Inovasi Covid-19

MI/Siswantini Suryandari
Kepala BPPT Hammam Riza menunjukkan produk alat ukur antibodi yang dihasilkan oleh TFRIC-19, Kamis (20/5/2021).

 

SETELAH sukses dengan Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Penanganan Covid-19 (TFRIC-19) pada tahun lalu dengan memproduksi inovasi teknologi menghadapi pandemi covid-19, kini TFRIC-19 kembali diadakan lagi dengan fokus pada komersialisasi hasil inovasi teknologi.

Kepala BPPT Hammam Riza menyampaikan bahwa TFRIC-19 yang diorkestrasi BPPT, adalah sebuah wujud nyata keberhasilan ekosistem inovasi nasional.  Melalui TFRIC-19 telah berhasil diluncurkan kepada masyarakat berbagai produk inovasi pada tanggal 20 Mei 2020, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi, dan mendapatkan apresiasi serta dukungan dari Presiden Joko Widodo.
Produk-produk tersebut antara lain Rapid Diagnostic Test (RDT) RI-GHA untuk deteksi antibodi IgG/IgM, PCR tes kit BioCOV-19 dan mBioCOV-19, Mobile Laboratorium Biosafety Level 2 (BSL 2) yang dilengkapi dengan instrumen lengkap untuk menjalankan proses pemeriksaan RT-PCR. Kemudian ventilator darurat, untuk membantu memenuhi kebutuhan alat penunjang kesehatan bagi pasien Covid-19. Dan terakhir adalah aplikasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) untuk deteksi Covid-19 berbasis citra X-ray dan CT-Scan.

"Ekosistem inovasi teknologi penanganan Covid 19 perlu dijaga dan diperkuat guna memperkuat ketahanan nasional dan subtitusi impor. BPPT Insya Allah terus berkomitmen untuk meneruskan kegiatan inovasi teknologi penanganan Covid-19," jelas Hammam, dalam peluncuran TFRIC-19 di Jakarta, Kamis (20/5).

Pada tahun ini, juga ada lima aksi utama TFRIC-19 yaitu mulai dari Asi Penguatan Kajian Keekonomian dan Teknologi, Aksi Inovasi Teknologi Alat Kesehatan, Aksi Inovasi Teknologi Suplemen Kesehatan, Aksi penguatan data sains dan aplikasi kecerdasan artifisial, serta Aksi Penguatan Kerjasama, Komersialisasi dan Media.

baca juga: BPPT

"Kita akan gerak cepat, dalam dua bulan ini akan dikebut sehingga Juni nanti sudah hilirisasi. Sudah siap dipasarka di masyarakat. Ada beberapa produk yang tinggal izin legal. Seperti suplemen untuk membantu daya imun tubuh tinggal dipasarkan. Rapid test, ukur antibodi juga tinggal dipasarkan dengan harga bersaing. Sebab ini semua produk lokal. Alat kesehatan yang dihasilkan seluruhnya lokal, sehingga harga bersaing dengan luar negeri," tegas Hammam.

Rapid Diagnostic Test Covid-19 Antigen yang dirancang oleh BPPT dan diproduksi oleh PT Prodia Diagnostic Line, harganya bersaing dengan impor. Demikian juga alat ukur antibodi kerja sama BPPT dengan Biofarma dan PT Pakar Biomedika juga menggunakan bahan-bahan dalam negeri sehingga bisa dijangkau sampai ke tingkat puskesmas kelurahan. (N-1)

 

Baca Juga

Dok YKAN

Misi Lestarikan dan Edukasi Ekosistem Laut lewat Lari

👤Adriani Miming 🕔Kamis 29 September 2022, 15:50 WIB
Misi melestarikan alam utamanya ekosistem laut dan pesisir sejatinya diemban setiap insan Indonesia, yang bisa dilakukan...
Ist

Generasi Muda Diajak Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan

👤Eni Kartinah 🕔Kamis 29 September 2022, 15:49 WIB
Melalui Indonesia Millenial & Gen-Z Summit (IMGS) 2022 yang dihadiri lebih dari 6.000 pengunjung (offline), generasi milenial...
ANTARA/Jojon

Jokowi Berhasil Wujudkan Transparansi Informasi Lewat Transformasi Digital

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 15:46 WIB
Pemerintah Jokowi telah banyak membuka ruang-ruang informasi. Semua diberikan secara jelas dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya