Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengungkapkan vaksin Merah-Putih buatan Eijkman telah memasuki tahap akhir pengembangan (research and development/ R&D). Bibit vaksin tersebut tengah dalam proses pengalihan ke industri yakni PT. Biofarma.
"Kalau uji klinik diharapkan akan dilakukan pada kuartal ke 4 tahun tahun ini. Sekitar Oktober mulai uji klinik," ungkapnya kepada Media Indonesia, Kamis (20/5).
Amin menerangkan tahapan-tahapan pengembangan sejauh ini berjalan dengan baik. Rangkaian uji coba di laboratorium pada hewan pun menunjukan hasil positif untuk diteruskan ke industri.
Pengembangan vaksin berbasis protein rekombinan itu diklaimnya sebagai yang paling aman dari pada platform lainnya. Dari segi biaya pun, pkatform itu lebih ekonomis karena bahannya yang mudah diperoleh lantaran sudah dikenal banyak negara berkembang dalam mengembangkan vaksin.
"Dia aman, bisa dianggap yang paling aman dari semua platform, termasik efek samping yang dikhwatirkan itu paling kecil, bahkan tidak ada. Efikasinya juga tinggi," tuturnya.
Baca juga: Vaksin Merah Putih akan Diproduksi Massal pada Semester Dua 2022
Lebih lanjut, pihaknya menargetkan vaksin tersebut bisa mulai diproduksi masal pada pertengahan 2022. Setelah melewati sejumlah tahap termasuk mendapat EUA, maka produksi masal pun bisa dilakukan.
Dengan demikian, kata dia, meski program vaksinasi tengah berjalan dan ditargetkan tuntas dalam 15 bulan, vaksin Merah-Putih masih sangat dibutuhkan. Selain disiapkan sebagai booster, vaksin Merah-Putih pun masih bisa digunakan untuk memvaksinasi 30% populasi Indonesia yang tidak masuk kelompok vaksinasi untuk herd imunity.
Di samping itu, Indonesia sendiri bisa mencapai kemandirian vaksin. Sehingga, di masa mendatang sektor riset kesehatan Tanah Air bisa lebih siap menghadapi tantangan kesehatan.(OL-5)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi guna mencari solusi terbaik dalam penanganan krisis.
Wiku berharap vaksin Pfizer yang sudah disebar ke berbagai daerah digunakan dengan baik. Supaya masyarakat semakin terlindungi dari penularan covid-19.
Vaksin Inavac merupakan vaksin covid-19 dengan platform inactivated virus yang dikembangkan oleh peneliti di Universitas Airlangga.
Vaksin Sars-CoV-2 (sel vero) inaktif hasil karya anak bangsa ini sudah menuntaskan uji klinis tahap 1, 2, dan 3.
Setelah mendapatkan izin EUA dari Badan POM pihaknya akan menyiapkan 10 juta vaksin sesuai kebutuhan dalam negeri.
Prosen uji praklinis vaksin merah putih BRIN memerlukan waktu enam bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved