Senin 17 Mei 2021, 14:08 WIB

Baznas Buka Pos Layanan Swab Antigen Bagi Para Pemudik 

mediaindonesia.com | Humaniora
Baznas Buka Pos Layanan Swab Antigen Bagi Para Pemudik 

Ist/Baznas
Baznas berkerja sama Kemenhub memberikan layanan tes swab antigen Covid-19 bagi pemudik yang hendak kembali ke arah Jakarta.

 

BAZNAS berkerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan layanan tes swab antigen Covid-19 bagi pemudik yang hendak kembali ke arah Jakarta di Pos penyekatan Wilayah Karawang Jawa Barat. 

Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Rumah Sehat Baznas (RSB), dengan menurunkan analis laboratorium, perawat, tenaga administrasi serta ambulans. 

Pos layanan Swab Antigen digelar di UPPKB Balonggandu (Timbangan Mobil) Jl. Raya Jatisari No.4, Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 

Pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan, MA mengatakan, Swab Antigen bagi pemudik ini merupakan salah satu upaya 3T (Tracing, Testing, Treatment) dari pemerintah untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 yang berlangsung selama masa arus balik 15 - 16 Mei 2021. 

"Semoga adanya kegiatan ini bisa memutuskan rantai penyebaran virus Covid-19," ujarnya. 

Menurut Saidah, wabah virus korona mengharuskan pemerintah membatasi kegiatan yang memicu kerumunan secara fisik di desa-desa, terlebih lagi melibatkan pemudik dari luar. 

"Meski demikian, Satgas Covid-19 sudah mengeluarkan petunjuk pelaksana halalbihalal di era pandemi," ujarnya. 

Lebih lanjut, Saidah mengatakan, jika diadakan secara fisik, Satgas Covid-19 tingkat desa memberlakukan juklak, seperti harus di ruang terbuka dengan bersama-sama mengindahkan protokol kesehatan. 

"Lebaran dengan tradisi mudik adalah peristiwa budaya sekaligus ekonomi, terutama di Pulau Jawa, yang berkontribusi 58 persen PDB nasional. Mobilitas orang dari pusat kota sebagai sentra ekonomi ke desa saat mudik, memberi pengaruh yang besar," tuturnya. 

Saidah menambahkan, mudik mendorong tingkat konsumsi publik, karena banyak sektor ikutan yang terdampak. Selama pandemi Covid-19, rumah tangga menengah atas menahan pengeluaran, mudik menjadi peluang tingkat konsumsi semua golongan. Bahkan berkontribusi 57 persen PDB. Misal transportasi, hotel, restoran, retail hingga pedagang eceran. 

Apalagi, selama pandemi 2020 lalu, sektor sektor ini sangat terpukul. Menurut data, transportasi terkontraksi -15,4%, hotel (penyedia jasa akomodasi) -24,4%, restoran (penyedia jasa makanan) -6,68%. 

"Karena itu, mudik disyaratkan dengan menunjukkan dokumen hasil swab negatif Covid 19, baik saat datang maupun balik, baik di dalam kota, antarkota dalam provinsi, apalagi antarkota antarprovinsi. Protokol ini sesuai dengan tata cara pencegahan penularan Covid-19 di antara penumpang kereta api dan pesawat terbang," tuturnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Mohammad Ayudha

Harus Isolasi Mandiri di Rumah? Ini yang Hal-Hal yang Harus Anda Lakukan

👤Henry Hokianto 🕔Rabu 28 Juli 2021, 05:25 WIB
Ada 3 syarat untuk bisa melaksanakan isolasi mandiri yaitu tidak bergejala, bergejala ringan, dan memiliki kamar sendiri dengan ventilasi...
Ant/Fikri Yusuf

Mengapa Langit Berwarna Biru, Tidak Kuning, Hijau atau Coklat

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Rabu 28 Juli 2021, 02:00 WIB
MESKI terhampar nyata setiap hari, tak banyak yang tahu mengapa langit berwarna biru. Umumnya, banyak orang menebak bahwa biru merupakan...
dok.mi

Jangan Panik, Ini Cara Menyiasati Anak yang Susah Makan

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Rabu 28 Juli 2021, 01:05 WIB
MEMILIKI anak sehat dengan nafsu makan baik tentu jadi impian semua orang tua. Sayangnya, tak semua anak memiliki nafsu makan yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya