Rabu 05 Mei 2021, 23:55 WIB

Ketahui Waktu Terbaik untuk Berjemur dan Mengaktifkan Vitamin D

Mediaindonesia.com | Humaniora
Ketahui Waktu Terbaik untuk Berjemur dan Mengaktifkan Vitamin D

Foxnews.com
Ilustrasi

 

Dokter spesialis penyakit dalam dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Jeffri Aloys Gunawan mengatakan, pukul 12.00 merupakan waktu terbaik untuk terpapar sinar matahari demi mengaktifkan vitamin D yang ada dalam tubuh sehingga tak mengalami defisiensi.

Baca juga : Larangan Mudik, Doni Monardo: 18,9 Juta Orang Masih Tetap Mudik

"Tidak bisa sembarangan berjemur untuk mendapatkan vitamin D. Panjang gelombang sinar UV harus spesifik (UVB), biasanya 280-300 nanometer didapatkan pada siang hari jam 10.00-13.00, paling bagus jam 12.00 siang untuk vitamin D," ujar dia dalam konferensi pers daring peluncuran produk vitamin D, Rabu (5/5).

Inilah menjadi salah satu alasan selebritas Melanie Putria termasuk yang rutin terpapar sinar matahari karena kegiatan berlari jarak jauhnya sejak pukul 06.00 hingga 09.00 tetap terdiagnosis kekurangan vitamin D.

Terkait waktu berjemur, Jeffri yang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu merekomendasikan durasi selama 10-30 menit untuk menghasilkan vitamin D di dalam tubuh dan sebaiknya tak menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF lebih dari 15.

Setelah jam 13.00, panjang gelombang sinar UV sudah berisiko tinggi dan bisa mencetuskan kanker.

Lebih lanjut, saat berjemur Anda disarankan mengenakan pakaian minim ketimbang menutupi seluruh kulit walau ini tak mudah antara lain karena berbagai alasan seperti ketakutan terutama kaum hawa pada sinar matahari, waktu hingga kekhawatiran harus menggunakan pakaian minim saat berjemur. Selain itu, pastikan Anda berada di luar untuk mendapatkan sinar matahari langsung.

"Kalau pakai kaca (jendela di kantor atau rumah misalnya) UVB terhalang, terganggu kerjanya, tidak seperti UVA. Inilah kenapa kita sebaiknya sinar matahari dari outdoor," tutur Jeffri.

Di dalam kesempatan itu, Chief Strategy Officer Konimex Group, Edward Joesoef mengungkapkan, walau Indonesia termasuk negara tropis dengan paparan sinar matahari yang cukup, masih banyak masyarakat di negara ini baik itu dari kalangan anak-anak hingga berusia lanjut yang mengalami defisiensi vitamin D.

Tidak banyak orang yang berjemur di luar selama 30 menit, gaya hidup dinamis antara lain bekerja dari pagi hingga sore hari menyulitkan orang-orang secara konsisten berjemur di luar, menjadi sederet alasannya.

Untuk memastikan kecukupan vitamin D di dalam tubuh, Anda bisa menjalani pemeriksaan kadar vitamin yang berperan untuk sistem kekebalan, menjaga keseimbangan kalsium dan tulang serta mencegah risiko beberapa penyakit seperti jantung dan kanker itu, di laboratorium, demikian pesan Jeffri. (Ant/12)

Baca Juga

tasteofhome.com

Dokter Sarankan Keluarga Biasakan Makan Bersama, Ini Manfaatnya

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 10:53 WIB
Penerapan pola makan sehat dapat mencegah timbulnya penyakit, terutama penyakit tidak menular seperti tekanan darah tinggi, diabetes,...
DOK Pribadi.

APA Perluni Unika Atma Jaya Meriahkan Hari Habitat Dunia

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 10:30 WIB
AKSI Peduli Alam (APA) Perkumpulan Alumni Atma Jaya Jakarta (Perluni UAJ) turut memeriahkan peringatan Hari Habitat Dunia (World Habitat...
metro tv

Doa Angelus, Doa Malaikat Tuhan yang Dibaca 3 Kali Sehari

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 10:08 WIB
Doa Angelus atau Doa Malaikat Tuhan atau AngelusDomini merupakan sebuah devosi untuk menghormati penjelmaan Tuhan yang telah menjadi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya