Senin 03 Mei 2021, 15:31 WIB

Satgas Covid-19 Perketat Pengawasan Limbah Medis

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Satgas Covid-19 Perketat Pengawasan Limbah Medis

Antara
Petugas rumah sakit memeriksa sampah medis sebelum dimasukkan ke mobil jasa pengangkutan.

 

PENGELOLAAN limbah medis harus sesuai standar yang aman bagi masyarakat dan lingkungan. Sehingga, limbah medis tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Hal itu ditegaskan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. "Di satgas pusat sendiri, untuk pengawasan limbah medis ini ditangani oleh Bidang Penanganan Kesehatan," ujar Wiku kepada Media Indonesia, Senin (3/5).

Pihak Satgas telah memberikan 5 insinerator kepada lima provinsi di Indonesia. Berikut, pengelola limbah medis di beberapa rumah sakit besar wilayah Jakarta.

Baca juga: Persi: Rumah Sakit Tidak Main-main dengan Limbah Medis

"Sejauh ini Satgas sudah mencoba mendistribusikan insinerator ke rumah sakit yang membutuhkan. Dalam kenyatannya, memang secara infrastruktur Indonesia belum sempurna merata di tiap daerah," pungkas Wiku.

Dalam mengolah limbah medis, dia mengingatkan tata caranya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). "Pemerintah berusaha mengejar pembagunan kesehatan dengan manajemen yang baik. Melalui pendampingan, monitoring dan evaluasi pengadaan, serta efektivitas pengolahan limbah medis," imbuhnya.

Baca juga: Menko PMK Minta Manajemen Pengawasan Limbah Medis Diperketat

Sebelumnya, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menegaskan pemerintah lebih memperketat dan membenahi manajemen pengelolaan limbah medis covid-19. Tujuannya, menghindari potensi oknum yang ingin mendaur ulang limbah medis yang bisa merugikan masyarakat. Seperti, kasus di Bandara Kuala Namu Sumatera Utara.

"Berdasar kejadian tersebut, saya mengimbau supaya tidak terjadi lagi kasus serupa. Itu hal yang tak bisa kita toleransi," tutur Muhadjir.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pemerintah juga memperketat manajemen pengawasan terhadap pelaksanaan rapid test antigen. "Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah manajemen limbah. Harus ditegakkan dengan ketat. Jangan sampai ada limbah medis yang didaur ulang untuk tujuan tidak baik," tandasnya.(OL-11)

 

Baca Juga

Dok. Itama Ranoraya

Kolaborasi Itama Ranoraya-PMI DKI Jakarta Ikut Jaga Stok Darah di Ibu Kota 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 03 Desember 2021, 23:12 WIB
BE THE 1TM adalah kampanye global untuk menciptakan gerakan donor darah dalam upaya meningkatkan jaminan ketersediaan suplai darah dan...
Ist/Youtube

Prof Deby Ingin Jadikan RI Pusat Medical Tourism Sel Punca

👤Eni Kartinah 🕔Jumat 03 Desember 2021, 21:55 WIB
Kiprah Celltech Stem Cell Centre laboratory & Banking dalam memajukan layanan medis sel punca mendapat anugerah Gatra Award...
Ist

Suasana Kelas Demokrastis Tumbuhkan Semangat Belajar Tinggi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 20:50 WIB
Tantangan terbesar dalam proses pembelajaran adalah bagaimana peserta didik, baik pelajar maupun mahasiswa memahamii apa yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya