Minggu 02 Mei 2021, 14:15 WIB

Menko PMK Minta Manajemen Pengawasan Limbah Medis Diperketat

Ferdian Ananda | Humaniora
Menko PMK Minta Manajemen Pengawasan Limbah Medis Diperketat

Dok Kemenko PMK
Menko PMK Muhadjir Effendy ketika berkunjung di Medan, Sumatra Utara , Sabtu (1/5).

 

Kasus penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas oleh oknum petugas medis di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara, terungkap belakangan ini.

Apalagi stik bekas pakai yang digunakan untuk rapid test antigen dicuci menggunakan alkohol. Kemudian, stik digunakan kembali kepada calon penumpang pesawat. Kasus penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas tersebut telah diproses secara hukum dengan menetapkan sebanyak 5 orang sebagai tersangka.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta agar kejadian penggunaan ulang alat rapid test antigen bekas tidak terulang kembali.

Baca juga: Hardiknas, Jokowi Harap Semangat Belajar Terus Terjaga

"Berdasar kejadian tersebut, saya mengimbau supaya tidak terjadi lagi kasus serupa. Itu hal yang tak bisa kita toleransi," ujarnya di Medan, Sumatra Utara Sabtu (1/5).

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Muhajdir mengatakan, pemerintah akan memperketat manajemen pengawasan limbah medis dalam pelaksanaan rapid test antigen.

"Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah manajemen limbah. Harus ditegakkan dengan ketat sehingga jangan sampai ada limbah medis yang didaur ulang untuk tujuan yang tidak baik," sebutnya

Muhadjir menjelaskan masalah limbah medis ini harus mendapat perhatian serius. Dia berharap, nantinya setiap fasilitas kesehatan yang melayani rapid test antigen untuk membuang atau memusnahkan limbah medis sesuai prosedur yang ditetapkan.

"Jadi, masalah limbah medis memang harus mendapatkan perhatian serius. Harus dipastikan bahwa semua limbah medis harus betul-betul diamankan atau dibuang atau dihancurkan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan. Tidak boleh ada limbah medis yang masih berkeliaran apalagi kemudian digunakan ulang," imbuhnya.

Dia kembali menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi oknum yang melakukan kegiatan mendaur ulang limbah medis "Ini satu hal yang tidak bisa ditoleransi. Jadi manajemen limbah medisnya yang akan kita perhatikan," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Transformasi Digital Jokowi Mampu Ciptakan Talenta Muda Unggulan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 12:49 WIB
Sekarang sudah waktunya untuk menyiapkan SDM yang bermanfaat bagi negara. Sehingga nantinya Indonesia tidak kalah bersaing dengan...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Kasus Covid-19 Naik, Jubir Pemerintah: Terus Jalankan Protokol Kesehatan Ketat

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 19 Januari 2022, 12:01 WIB
Pemerintah mencatat terdapat tambahan 1.362 kasus harian covid-19 pada Selasa (18/1). Jumlah tersebut adalah yang tertinggi sejak...
ANTARA FOTO/Fauzan

KSP: Syarat Perjalanan ke Luar Negeri akan Diperketat

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 19 Januari 2022, 11:09 WIB
Salah satu tantangan dalam melakukan pembatasan ke luar negeri adalah pada saat proses identifikasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya