Minggu 02 Mei 2021, 16:00 WIB

PGRI: Kulitas Pendidikan Indonesia Rendah, Jangan Salahkan Guru

Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
PGRI: Kulitas Pendidikan Indonesia Rendah, Jangan Salahkan Guru

MI/M IRFAN
Seorang tenaga pendidikan berfoto setelah menjalani vaksinasi covid-19 di SMA Negeri 70 Jakarta, Jakarta, Rabu (24/2/2021)

 

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menilai kondisi pendidikan Indonesia cukup menggembirakan, terdapat capaian yang luar biasa dalam kesempatan akses pendidikan. 

"Meski demikian, jika mengacu pada frasa tujuan bernegara dalam kontitusi, yaitu 'mencerdaskan kehidupan bangsa', maka kenyataan pencapaian tujuan itu masih jauh panggang dari api," kata Unifah melalui keterangan tertulis dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021, Minggu (2/5).

Menurutnya, apabila menggunakan indikator mutu pendidikan yang disepakati secara internasional, kualitas pendidikan Indonesia masih belum membanggakan. Peringkat Indonesia dalam Human Development Index (HDI), Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS), Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), serta Programme for International Student Assessment (PISA), berada pada posisi menengah bawah, dan rendah. 

Baca juga: Pemerhati: PJJ Solusi Tepat Pembelajaran pada Masa Pandemi

"Indikator itu menunjukkan bahwa masih terlalu banyak pekerjaan rumah di sektor Pendidikan yang harus diselesaikan," ungkapnya

Menurut Unifah, pendidikan di Indonesia masih terlalu sibuk membahas masalah administratif pendidikan, mulai dari kurikulum, penggunaan anggaran, sistem evaluasi dan kelulusan, dana bantuan sekolah, dan berbagai persoalan lainnya. Pendidikan dikerdilkan menjadi sekadar akademis atau intelektualitas semata. 

"Sementara rohnya pendidikan, hakikat pendidikan kita lupakan. Persoalan besar yang kita hadapi sekarang adalah hilangnya makna atau roh pendidikan dalam kehidupan berbangsa," ungkapnya.

Unifah mengatakan, menyalahkan guru dalam kondisi seperti ini juga sangat keliru. Guru sejak awal 'dijebak' dalam persoalan administratif, serta dikejar target kurikulum yang sangat menguras tenaga. 

Baca juga: Hardiknas, Jokowi Harap Semangat Belajar Terus Terjaga

Ia mencontohkan, guru harus membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan melakukan analisis hasil ulangan (AHU) yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Belum lagi menyusun silabus, membedah kisi-kisi soal ujian tengah semester (UAS) serta 'seabreg' hal lain yang sangat administratif, menyita waktu dan menguras tenaga. 

Di sisi lain kesejahteraan guru dan peningkatan mutu guru melalui pelatihan periodik yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah, masih kurang diperhatikan secara serius.

Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2021, kata Unifah, PGRI mengajak semua pihak untuk merenungkan kembali perihal situasi pendidikan di Tanah Air. Sudah sesuai atau belum dengan prinsip pendidikan kebangsaan yang digagas Ki Hajar Dewantara.

"Sudahkah tri pusat pendidikan (pendidikan di rumah, sekolah, dan masyarakat) yang diimpikan Ki Hadjar Dewantara menjadi bagian ekosistem pendidikan kita saat ini?" pungkasnya.(H-3)
 

Baca Juga

Abdel Ghani BASHIR / AFP

Menag tegaskan Pemerintah Siap Melayani jemaah Haji 1443 H

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 17 Mei 2022, 18:05 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pemerintah siap melayani jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci bulan...
Antara/Muhamamd Iqbal

Menhub: Pelaku Perjalanan Luar Negeri Masih Wajib PCR

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 17 Mei 2022, 18:03 WIB
Sebagaimana diketahui, Indonesia adalah salah satu negara di ASEAN yang masih mewajibkan tes PCR bagi siapa saja yang hendak masuk ke Tanah...
Antara/Adeng Bustomi.

Ini Daftar Nama Bulan dalam Bahasa Inggris Beserta Asal Mula

👤Pierre Lavender 🕔Selasa 17 Mei 2022, 18:00 WIB
September, October, November, December diambil dari angka romawi 7 (septem), 8 (octo), 9 (novem), dan 10...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya