Minggu 02 Mei 2021, 14:30 WIB

Pemerhati: PJJ Solusi Tepat Pembelajaran pada Masa Pandemi

Humaniora | Humaniora
Pemerhati: PJJ Solusi Tepat Pembelajaran pada Masa Pandemi

ANTARA/Adiwinata Solihin
Siswa belajar dengan menggunakan bilik penyekat di SD Negeri 5 Telaga, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Selasa (27/4/21)

 

Pemerhati pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) Indra Charismiadji menilai pembelajaran dari jarak jauh atau PJJ sampai saat ini masih merupakan solusi tepat dalam kegiatan pembelajaran pada masa pandemi covid-19.

"PJJ masih solusi yang paling tepat dalam mendidik anak pada masa pandemi covid-19. Sayangnya banyak pihak di Indonesia, dimotori oleh Kemendikbudristek sendiri, sudah menghakimi bahwa belajar daring itu menimbulkan learning loss dan banyak dampak negatifnya," katanya di Jakarta, Minggu (2/5).

Dia berpendapat, PJJ tidak menimbulkan leaning loss atau berkurangnya pengetahuan dan keterampilan akademis siswa namun justru sebaliknya.

Baca juga: Hardiknas, Jokowi Harap Semangat Belajar Terus Terjaga

Pembelajaran dari jarak jauh via daring, dia mengemukakan, berdampak positif bagi perkembangan siswa jika diterapkan secara tepat.

Dampak positif itu, menurut dia, tidak akan muncul kalau guru hanya menyampaikan ceramah di ruang tatap maya selama berjam-jam dan mengirimkan tugas dalam jumlah banyak ke siswa.

"Analoginya, jika kita menanak nasi menggunakan rice cooker, tidak mungkin rice cooker kita letakkan di atas kompor seperti kalau kita menggunakan dandang. Nasi yang dihasilkan, rasa, dan teksturnya berbeda tapi keduanya tetap kita sebut nasi," kata dia.

"Kalau ditanya mana yang lebih enak, jawaban akan tergantung siapa yang ditanya alias selera," ia menambahkan.

Indra mengemukakan bahwa pembenahan harus dilakukan supaya PJJ yang sudah sudah dijalankan sejak 2020 memberikan dampak positif pada kemampuan akademis siswa.

Pembenahan, menurut dia, bisa dilakukan dengan menyelenggarakan pelatihan guru secara masif, memberikan pendampingan kepada orang tua, dan memberikan stimulasi belajar ke peserta didik.

"Sudah beberapa kali 'memaksakan' buka sekolah terbukti dengan adanya tiga SKB empat menteri tentang pembelajaran tatap muka. Suatu hal yang ironis, karena saat ini adalah era digital dan telah waktunya anak Indonesia dididik menjadi SDM unggul era digital," kata Indra.

Dia juga mengemukakan pentingnya kajian akademis, pelibatan publik, dan uji publik dalam proses penyusunan kebijakan pendidikan agar tidak muncul kegaduhan yang tidak perlu. (Ant/H-3)

Baca Juga

halodoc.com

Ini Penyebab Mata Ikan dan Cara Menghilangkannya

👤Febby Saraswati 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 06:15 WIB
Mata ikan adalah lapisan tebal dan mengeras pada kulit yang disebabkan oleh gesekan dan tekanan. Mata ikan paling sering terjadi di bagian...
DOK BKKBN

Bergerak Bersama Menangani Stunting

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 06:00 WIB
Dia menjelaskan dalam perkembangan penanganan stunting, pemerintah sebenarnya sudah banyak melakukan upaya menurunkan angka stunting sejak...
DOK KEMENDIKBUDRISTEK

Dua Tahun Pemerintahan: Gebrakan Kemendikbudristek Wujudkan SDM Unggul

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 06:00 WIB
Dalam hal ini, Kemendikbudristek melanjutkan implementasi kebijakan Merdeka Belajar sebagai upaya bangkit dari situasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya