Rabu 05 Mei 2021, 08:25 WIB

Ini 4 Risiko jika Anda Memaksa Mudik dengan Travel Gelap

Muhamad Fauzi | Humaniora
Ini 4 Risiko jika Anda Memaksa Mudik dengan Travel Gelap

MI/Ramdani
Petugas gabungan memeriksa penumpang kendaraan travel yang hendak meninggalkan Jakarta. Sumber: https://mediaindonesia.com/megapolitan/4013

 

DIREKTUR Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi memaparkan empat risiko bagi masyarakat yang memaksakan diri mudik menggunakan agen perjalanan ilegal.

Pertama, penumpang berisiko terpapar COVID-19 karena travel gelap tidak menjalankan protokol kesehatan (prokes). Bila ada satu penumpang membawa virus tersebut, maka satu mobil itu akan tertular yang kemudian akan membahayakan masyarakat di lokasi tujuan pemudik.

"Angkutan ilegal atau travel gelap, biasanya pengemudi atau operatornya tidak memperhatikan prokes COVID-19. Pokoknya terisi penuh, makin penuh makin banyak untungnya," kata Budi Setiyadi.

"Makanya kami melakukan pencegahan dengan menindak tegas travel gelap supaya masyarakat tidak terkena COVID-19. Kalau ada satu yang bawa virus, semuanya kena," kata dia.

Risiko kedua, menurut dia adalah penumpang travel ilegal tidak mendapatkan jaminan asuransi kecelakaan lalulintas.

"Travel gelap, karena ilegal, jika mengalami kecelakaan tidak di-cover asuransi Jasa Raharja, tidak dijamin, berbeda dengan yang resmi," kata dia.

Budi menjelaskan, risiko ketiga bagi penumpang travel adalah tarif atau ongkos yang tinggi, namun tidak disertai layanan optimal. "Travel gelap tarifnya tinggi banget. Penumpang rugi, harga lebih mahal dan tidak mendapat layanan protokol pencegahan COVID-19," kata dia.

Baca Juga: Seminari BSB Maumere jadi Klaster Covid-19

Hal keempat yang menjadi risiko menggunakan travel gelar adalah dapat merusak ekosistem transportasi darat yang sudah resmi. Ia mengatakan, penumpang bus resmi akan berkurang karena sebagian penumpang memaksakan diri memakai travel gelap.

"Travel gelap merusak ekosistem angkutan yang sudah legal atau sudah berizin. Makanya kalau bus resmi berplat kuning keluar dari terminal lalu penumpangnya kurang, itu akibat penumpang lain yang memakai travel gelap. Merusak ekosistem," kata Budi.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah menangkap 115 kendaraan travel gelap di wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam dua hari operasi, 27-28 April 2021.

Sebanyak 115 travel gelap terjaring melalui operasi gabungan Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Operasi tersebut dilakukan baik melalui patroli siber di media sosial dan pengawasan langsung di jalur mudik.

Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto mengatakan, selain membatasi penyebaran COVID-19, pembatasan mudik juga turut menurunkan angka kecelakaan.

"Berdasarkan data yang saya kutip dari Korlantas Polri, pada 2020 kasus kecelakaan turun 31 persen dengan tingkat fatalitas yang juga menurun hingga 63 persen," kata dia.

Namun demikian, Edo mengingatkan bahwa potensi mobilitas masyarakat tetap ada selama periode mudik, misalnya saat berwisata di dalam kota.

"Tetaplah jalankan prokes, dan yang terpenting saling menjaga keselamatan agar masalah kecelakaan lalulintas bisa diminimalisir," kata Edo.

Untuk itu, Edo kembali menggaungkan sinergitas para pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta hingga masyarakat untuk bersama-sama menekan fatalitas kecelakaan secara maksimal. (ant/OL-13)

Baca Juga: Nekat Bawa Pemudik, 115 Kendaraan Travel Gelap Disita

Baca Juga

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Menkominfo Minta Masyarakat Tidak Kendurkan Kewaspadaan

👤Atalya Puspa 🕔Senin 20 September 2021, 18:07 WIB
Menurut Johnny, WHO menyebutkan dalam laporannya, beberapa sektor dinilai telah mengalami peningkatan mobilitas di wilayah Jawa dan...
Ist/Kemendikburistek

Kemendikbudristek Terus Dorong Kolaborasi Pendidikan Vokasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 20 September 2021, 17:57 WIB
Ditjen Diksi berkomitmen untuk terus mendorong satuan pendidikan vokasi meningkatkan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri...
Antara

Luhut : PPKM Lanjut 2 Pekan, Jawa-Bali Nihil Berstatus Level 4

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 20 September 2021, 17:50 WIB
Meski pandemi covid-19 di Indonesia terkendali dengan menurunnya kasus, pemerintah tetap memperpanjang masa PPKM selama dua pekan hingga 4...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bendungan Rakyat

\PEMERINTAH berkomitmen meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Tanah Air.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya