Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Budi Haryanto mengungkapkan, pandemi covid-19 yang melanda dunia satu tahun terakhir memperlihatkan betapa rentannya manusia yang hidup di wilayah dengan polusi udara. Ia menyampaikan, masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi akan lebih rawan jika terinfeksi virus penyebab covid-19.
"Jadi covid-19 itu menjadikan orang-orang yang terbiasa terkena pencemaran udara, dan yang punya berbagai penyakit kronis akibat pencemaran udara menjadi lebih parah," ujar Budi Haryanto kepada Komunitas Bicara Udara.
Baca juga: Awas, Polusi Udara dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup
Menurutnya, berdasarkan hasil riset dari Harvard pada 2020 mendapati wilayah dengan polusi udara tinggi yang hampir 80% berada di perkotaan mencatatkan angka meninggal dunia akibat covid-19 lebih tinggi 4,5 kali dibandingkan daerah dengan tingkat polusi udara rendah.
Jika melihat data di negara Eropa seperti Italia juga menunjukan hasil di mana kota yang tinggi polusi udaranya ternyata yang meninggal karena covid-19 sekitar 12% dibandingkan dengan Italia bagian selatan yang tingkat pencemaran udaranya rendah.
"Kematian akibat covid-19 hanya 4%. Artinya yang tinggi polusi, tiga kali lipat jumlah kematiannya dibandingkan dengan yang rendah polusi. Ternyata di negara lain di Eropa juga menyebutkan kematian yang di wilayah tinggi polusi selalu lebih tinggi dibandingkan dengan kematian karena covid di wilayah rendah polusi," terangnya.
Untuk itu, Budi mengharapkan agar anak-anak muda khususnya di Indonesia mulai tertarik dalam mencegah polusi udara. Hal itu bertujuan agar udara yang dihirup memiliki kualitas yang baik.
Pasalnya, lanjut Budi, untuk pemilihan makanan, manusia bisa memilih makanan atau minuman yang bisa dikonsumsi dengan kualitas terbaik. Di sisi lain saat ini yang lebih banyak problemnya adalah apakah manusia bisa memastikan udara yang dihirup adalah yang terbaik.
"Untuk itu kan harus mulai concern dulu bahwa problem terbesar dari manusia 50-60% penyakit itu terkait dengan pencemaran udara. Mulailah tahu itu dulu, baru kemudian silahkan mempelajari bagaimana penyakit sebanyak itu bisa hilang," paparnya.
Sebagai informasi Komunitas Bicara Udara sendiri adalah saluran untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya udara bersih dan usaha untuk membantu mengurangi polusi udara. Kanal tersebut merupakan lanjutan dari upaya yang dilakukan komunitas Langit Biru Jakarta yang memulai gerakan di laman Change.org pada 2020. (Ant/A-1)
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Polusi udara dan asap rokok merupakan dua faktor lingkungan yang kerap diabaikan, padahal keduanya memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved