Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kowani Terus Dorong Perempuan Indonesia Tingkatkan Kualitas

Syarief Oebaidillah
23/4/2021 21:58
Kowani Terus Dorong Perempuan Indonesia Tingkatkan Kualitas
Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto (empat kiri) dalam acara launching perpustakaan digital.(DOK Kowani)

KAUM perempuan Indonesia dituntut untuk kreatif, inovatif, dan adaptif dalam melakukan kewajibannya sebagai Ibu Bangsa. Di era yang saat aini serba digital, perempuan Indonesia harus melek teknologi.

"Maka dari itu kita harus saling mendukung, memasyarakatkan, membuka jalur akses moderen, mengembangkan potensi, dan mendorong ekosistem pengetahuan dalam meningkatkan literasi masyarakat, terlebih lagi adanya multiplier effect khususnya untuk perempuan," ungkap Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto pada acara FDG Perpusnas "Perempuan Indonesia Berkiprah di Berbagai Bidang dari Masa Ke Masa" yang digelar daring, Kamis (22/4).

Menurut Giwo, Kowani sebagai Ibu Bangsa menjadi garda terdepan untuk meningkatkan literasi di kaum perempuan. Hingga saat ini, eksistensi dan keikutsertaan Kowani telah merambah di segala bidang pembangunan.

Giwo mengatakan dalam momentum peringatan Hari Kartini tahun ini, Kowani telah menandatangani MoU dengan Perpustakaan Nasional, serta launching e-library. Peluncuran laman Kepustakaan Kowani, jelas Giwo, salah satunya adalah untuk meningkatkan literasi kaum perempuan Indonesia yang hingga kini masih rendah.

Lebih jauh, Giwo mengatakan Indonesia memiliki banyak tokoh perempuan yang bisa dijadikan sosok inspirator yang patut diteladani dari aspek perjuangan dalam mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan selain RA Kartini. Tokoh-tokoh pejuang perempuan tersebut diantaranya Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, Raden Dewi Sartika, Martha Christina Tiahahu, Maria Walanda Maramis, Nyai Hj. Siti Walidah Ahmad Dahlan, Nyi Ageng Serang, Hj. Rangkayo Rasuna Said, Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto, Hj. Fatmawati Soekarno, Opu Daeng Risaju.

Giwo menambahkan perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa sesungguhnya tidak terlepas dari sejarah lahirnya Kowani. "Federasi organisasi perempuan yang membawahi 97 organisasi perempuan di seluruh Indonesia tersebut menjadi tonggak sejarah yang penting bagi perjuangan perempuan Indonesia," tegasnya. (RO/OL-15)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya