Selasa 20 April 2021, 12:50 WIB

Menko PMK: Masih Ada Potensi 10 Juta Pemudik Bandel

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Menko PMK: Masih Ada Potensi 10 Juta Pemudik Bandel

ANTARA/ Abriawan Abhe
MUDIK LEBIH AWAL: Calon penumpang menunggu kedatangan kapal di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulsel, Senin (19/4/2021).

 

MENTERI Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pelarangan mudik pada Idul Fitri tahun ini sebagai upaya pencegahan penyebaran dan penularan covid-19. Belajar dari pengalaman bahwa kejadian kasus covid-19 naik saat libur mudik yang telah terjadi tahun sebelumnya.

Belum lagi, lanjutnya, angka kematian akibat covid-19 di Indonesia saat ini menyentuh angka 2,72%. Angka ini lebih tinggi dibanding angka rata-rata kematian dunia yakni 2,18% bahkan kini turun 2,14%.

"Kita masih di atas rata-rata dunia, walaupun dari segi kasus sedikit dibanding negara besar di dunia. Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia berada pada ranking 20-21," kata Muhadjir dalam diskusi daring yang diselenggaraka Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) bertajuk Untung Rugi Mudik Di Tengah Pandemi, Selasa (20/4). Ia melanjutkan, hal ini menjadi pengingat untuk terus waspada dan melakukan disiplin prokes tanpa kendor. Muhadjir tak ingin kasus covid-19 di India terjadi pada Indonesia.

"Di India kasusnya sangat tajam dari semula puluhan ribu jadi ratusan ribu dalam waktu yang singkat. Tentu aja kita tidak ingin hari raya Lebaran menjadi pemicu utama dari naiknya kasus," lanjutnya.

Lebih jauh, ia menuturkan jika mudik tetap dilakukan maka kemungkinan ada kenaikan kasus covid-19 yang tak terhindarkan. Ia bahkan memprediksi adanya potensi 13% orang mudik atau sekitar 10 juta dari jumlah 73-80 juta pemudik.

"Seandainya dilepas tidak ada larangan itu akan ada 73 juta orang mudik dan kalau dilarang itu potensinya masih sekitar 13 persen, jadi sekitar mungkin hampir 10 jutaan (penduduk)," kata Muhadjir. Angka 10 juta itu, menurutnya, seperti dua kali lipat dari jumlah masyarakat Singapura sehingga sekarang pemerintah berupaya keras memperkecil jumlah yang tidak patuh melaksanakan mudik.(H-1)

Baca Juga

Dok. WOM FInance

Tingkatkan Literasi Masyarakat, WOM FInance Bangun Taman Baca Masyarakat di Tanjung Priok 

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 27 Januari 2022, 23:36 WIB
rik menuturkan, WOM Finance telah melakukan renovasi TBM tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya di...
ANTARA

Waduh! 90 Persen Kecelakaan Bus dan Truk Terjadi di Jalan Menurun

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 27 Januari 2022, 23:18 WIB
Itulah pentingnya para pengemudi untuk mengetahui teknik pengereman yang benar dan baik dalam segala kondisi jalan yang...
MI/Zen

Komunikasi Efektif Kunci Kesuksesan Humas

👤Christopher Richie, Bank Indonesia 🕔Kamis 27 Januari 2022, 23:05 WIB
Sayangnya, siaran Pers yang dipublikasi saat ini dinilai kurang menarik. Kementerian/lembaga sering kali berfokus pada seremonial daripada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya