Kamis 08 April 2021, 23:06 WIB

BPJS Kesehatan Dukung Anggota ISSA Tangani Krisis Kesehatan

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
BPJS Kesehatan Dukung Anggota ISSA Tangani Krisis Kesehatan

FOTO ANTARA/Widodo
DirekturJenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof dr Ali Ghufron Mukti.

 

DIREKTUR Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mengungkapkan sangat mendukung negara-negara anggota International Social Security Association (ISSA) dalam studi long term care (LTC) atau perawatan sosial jangka panjang (PJP). Lebih lanjut, BPJS Kesehatan akan berkontribusi dalam pengembangan sistem jaminan kesehatan di masa krisis kesehatan.

“Seperti yang telah kita lihat, kondisi pandemi saat ini telah menunjukkan kurang optimalnya penerapan long term care (LTC) di berbagai negara. Selain itu, krisis kesehatan saat ini juga telah mematikan ekonomi global. Di seluruh dunia, sistem jaminan kesehatan tidak dirancang untuk menangani krisis ini,” jelas Ghufron dalam agenda TC Health Meeting yang diselenggarakan ISSA secara daring, Kamis (8/4).

Baca juga: Kompetensi Guru Pegang Peran Penting Dalam PTM Terbatas

Ghufron menjelaskan, diharapkan Komisi Kesehatan ISSA atau TC Health ke depan juga akan berperan dalam memberikan pedoman dan mendukung lembaga jaminan sosial selama krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan diharapkan akan terbangunnya adaptasi jangka panjang untuk memperkuat kesiapsiagaan krisis dalam pandemi Covid-19.

“Peran TC Health dalam memberikan pedoman dan mendukung lembaga jaminan sosial selama krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini baik dan akan memberikan peluang bagus untuk berbagi pengalaman dari berbagai lembaga jaminan sosial yang menghadapi tantangan serupa. Kami akan memberikan kontribusi untuk pemulihan dari krisis ini,” sebut Ghufron.

Ghufron menjelaskan BPJS Kesehatan juga akan berkontribusi dalam pengumpulan studi dan best practice dalam membangun studi kasus komparatif terkait dengan penurunan ratio gini akibat universal health Coverage di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, BPJS Kesehatan juga memaparkan kemajuan penelitian di 3 negara (Indonesia, Turki, dan Uruguay) terkait hal tersebut.

Untuk diketahui, Direktur Utama BPJS Kesehatan saat ini ditunjuk sebagai Ketua Komisi Kesehatan atau Technical Commission on Medical Care and Sickness Insurance ISSA Periode 2020-2022. Komisi Kesehatan ISSA (TC Health) terdiri dari negara Algeria, Argentina, Belgia, Perancis, Gabon, Georgia, Hungaria, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Korea, Peru, Rusia, Rwanda, Turki, dan Uruguay.

TC Health selama periode 2020-2022 dengan prioritas tema pada fenomena ageing population, tantangan perluasan cakupan jaminan sosial dan kompilasi studi terkait hubungan antara Universal Health Coverage (UHC) dengan peningkatan Kohesi Sosial dan Inklusi Sosial. (OL-6)
 

Baca Juga

MI/Bary Fathahilah.

Buah-buahan yang Mengandung Vitamin C

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:35 WIB
Tubuh harus menerima vitamin C dari luar, yaitu dengan mengonsumsi buah-buah yang mengandung vitamin...
ANTARA/ANIS EFIZUDIN

Kemendikbud Ristek Gelar Ruwatan Bumi dan Orchestra dalam Rangkaian G20

👤Syeha Alhaddar 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:21 WIB
“Meruwat itu sebetulnya semacam ritual doa yang mengharapkan agar melalui kegiatan yang dilakukan, bumi dapat sehat kembali,"...
Dok. Pegadaian

Dorong Kewirausahaan dan Daya Saing Pemuda, Pegadaian Gandeng Kemenpora

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:05 WIB
Kolaborasi PT Pegadaian dan Kemenpora diselenggarakan sebagai bentuk implementasi komitmen Pegadaian dalam mendukung Sustainable...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya