Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK menekan dan mencegah penularan virus korona tipe baru atau Covid-19, pemerintah Indonesia melaksanakan program vaksinasi Covid-19. Prioritas pertama yang mendapat vaksin Covid-19 adalah petugas medis dan kalangan orang usia lanjut (lansia).
Sejumlah kalangan dari berbagai latar belakang turut mendukung suksesnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19. KT&G Sangsang Univ. Indonesia melalui salah satu program bernama Sangsang Volunteer terus mendukung pemerintah dalam mencegah Covid-19.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan edukasi vaksin dan pencegahan covid-19 sedini mungkin.
KT&G Sangsang Univ. Indonesia turut menghadirkan tenaga kesehatan dari rumah sakit di Jakarta untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai vaksin, khususnya untuk menjawab kekhawatiran segelintir orang yang enggan disuntik vaksin.
Edukasi vaksin diberikan oleh perwakilan tenaga medis dari Rumah Sakit Harapan Jayakarta dan Rumah Sakit Medistra. Diharapkan dengan adanya edukasi dan sosialisasi vaksin serta pencegahan penularan Covid-19 ini masyarakat lebih peduli dengan menerapkan protokol kesehatan 3M dan dapat menjawab kekhawatiran terhadap vaksin covid.
Menurut Dokter Medical Check Up (MCU) Rumah Sakit Medistra dr. Indrayati Handojo, ada beberapa proses yang dilalui penerima vaksin Covid-19 yakni proses screening. Proses ini nantinya akan menjadi penentu apakah seseorang bisa mendapatkan vaksin atau tidak.
"Karena pada praktiknya tidak semua kelompok atau golongan penerima vaksin bisa mendapat vaksin dengan segera. Calon penerima vaksin akan menjawab 16 pertanyaan yang diajukan seperti memiliki alergi atau tidak," ujar dr.Indrayati.
Lebih lanjut, tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Harapan Jayakarta, dr. Jatu Sarasanti, MARS mengatakan program vaksin dilakukan untuk dapat meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah serta memutuskan rantai penularan covid-19 sebanyak 65%.
Antusiasme disampaikan Galih Dwinanda Ramdhani Sudrajat, Ketua Sangsang Volunteer di kegiatan volunteer KT&G Sangsang Univ. Indonesia.
“Aku seneng banget, Indonesia saat ini memiliki program vaksinasi. Vaksin memberikan semangat dan harapan baru bagi banyak orang untuk dapat beraktivitas seperti semula,” ujar mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Bandung.
Dengan tagline #Aku Muda, Aku Dukung Vaksinasi, Sangsang Volunteer dan Sangsang Friends memberikan dukungan untuk menyukseskan program vaksinasi pemerintah.
Selain memberikan edukasi dan sosialisasi vaksin, KT&G Sangsang Univ. Indonesia juga memberikan donasi berupa masker KF94, hand sanitizer, dan sarung tangan medis masing-masing senilai Rp5 juta. Donasi diberikan kepada tenaga medis dari Rumah Sakit Medistra dan Rumah Sakit Harapan Jayakarta.
Sebagai perwakilan tenaga kesehatan Rumah Sakit Harapan Jayakarta, dr. Jatu Sarasanti, MARS berterima kasih atas donasi yang diberikan.
“Terima kasih KT&G Sangsang Indonesia atas donasi yang diberikan. Pastinya para nakes kami akan senang karena donasi ini sangat berharga untuk kami yang menjadi garda terdepan.” ujarnya dengan semangat.
Adapun untuk informasi edukasi dan sosialisasi program vaksin yang dilakukan pemerintah dapat dilihat di kanal Youtube SangSang Univ. Indonesia. (RO/OL-09)
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melakukan evaluasi terhadap Rumah Sakit (RS) wahana internship setelah tiga dokter muda yang berstatus magang meninggal dunia
Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved