Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERANGAN yang memadai sangat penting di fasilitas umum seperti rumah sakit, terlebih RSUD Dr. Soetomo yang menjadi rumah sakit pertama dengan Klinik Imunoterapi di Indonesia. Apalagi penerangan dengan lampu sorot solar panel yang hemat energi dan efisien.
"Dukungan ini hadir pada momen yang sangat tepat, bertepatan dengan persiapan kami menjalankan tiga program berskala internasional yang terakreditasi secara internasional. Salah satu program tersebut mencakup pemanfaatan tenaga surya untuk mengurangi beban penggunaan listrik, sehingga kontribusi dari Luby sangat relevan dan bermanfaat," ujar Direktur Rumah Sakit Dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.DVE, Subsp.DAI, FINSDV, FAADV, MARS dalam keterangannya, Minggu (17/8).
Sejalan dengan perayaan HUT RI ke-80, Berdikari Inti Gemilang bersama Luby Indonesia memberikan kontribusi dan terobosan dalam menghemat energi dan mengurangi emisi karbon. Pasalnya, Indonesia berada di jalur Khatulistiwa dan memiliki sinar matahari yang melimpah, sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan.
Sofyan Salim selaku BOD PT Luby Indonesia/BIG Group menambahkan dengan solusi pencahayaan berbasis energi terbarukan, pihaknya tidak hanya membantu mengurangi biaya operasional rumah sakit, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian target berkelanjutan lingkungan di Jawa Timur. "Kami percaya bahwa penerangan yang efisien dan ramah lingkungan akan meningkatkan kenyamanan pasien dan tenaga medis serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan fasilitas kesehatan yang lebih hijau dan hemat energi."
Wakil Direktur Umum dan Operasional, RSUD Dr. Soetomo, Tjipto Prasetyo Nugroho, Ak. melanjutkan meskipun sebelumnya ada rencana untuk penambahan, pihaknya sangat terbuka terhadap hal tersebut. Ke depan, rumah sakit dengan rujukan BPJS terbanyak dan rumah sakit rujukan di Jawa Timur itu juga akan memantau terkait durabilitasnya. (I-2)
Pemerintah akan membangun PLTS berkapasitas 100 gigawatt (GW). Solar panel di tingkat desa akan dibangun dengan kapasitas sekitar 1 hingga 1,5 megawatt (MW),
Zulhas mengatakan inisiatif ini selaras dengan program 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025.
Dengan kapasitas mulai dari 1,1 kWp hingga 2,75 kWp per rumah dan total kapasitas mencapai sekitar 1,3 MWp, sistem itu bekerja secara on-grid.
PT SEG Solar Manufacturing Indonesia, produsen terkemuka photovoltaic asal Amerika Serikat, akan memulai operasional pabriknya, pada April 2025.
Pada akhir Hari Natal, matahari mengeluarkan empat solar flare dalam waktu kurang dari tiga jam, dengan letusan terbesar tercatat di tingkat M7.3.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved