Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca masih menunggu hasil penelitian dari organisasi kesehatan dunia (WHO) terkait efek samping dari vaksin tersebut. Terlebih, beberapa negara Eropa mengamati dan melaporkan ada sejumlah efek samping pascavaksinansi menggunakan produk AstraZeneca.
"Sampai sekarang, berita yang kami terima dari WHO mereka masih meneliti, kita juga terima dari MHRA itu BPOMnya UK, dan EMA itu European Medical Authority, mereka sekarang belum mengkonfirmasi apakah ini ada korelasinya karena vaksin atau tidak," kata Budi dalam rapat kerja bersama DPR RI di Jakarta Senin (15/3).
Budi menambahkan, informasi dari MHRA disebutkan bahwa pembekuan darah tidak disebabkan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Namun, Kemenkes dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menunda sementara penggunaannya.
"Untuk konservatismenya, Badan POM menunda dulu implementasi AstraZeneca sambil menunggu konfirmasi dari WHO ya mudah-mudahan dalam waktu singkat bisa keluar," sebutnya.
Budi tak memungkiri bahwa vaksin AstraZeneca juga dievaluasi waktu kedaluarsanya, Sebab, memiliki interval penyuntikan yang berbeda dengan vaksin lain, yakni sembilan sampai 12 minggu dari suntikan pertama.
"AstraZeneca ini ada Expirednya di akhir Mei 2021 dan sampai sekarang kita masih menunggu juga rilis dari Badan POM terkait keamanannya," paparnya.
Baca juga : Epidemiolog Minta Jangan Intervensi Pengembangan Vaksin Covid-19
Terkait kehalalan vaksin tersebut, pihaknya juga tengah menunggu fatwa halal vaksin AstraZeneca dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"MUI akan rapat besok atau lusa, sehingga fatwanya bisa dikeluarkan dalam dua hari ke depan ini," ujar Budi.
Sebelumnya Badan POM menunda implementasi vaksin AstraZeneca menyusul laporan gangguan pada darah dari penerima vaksin di beberapa negara Eropa dan menunggu laporan resmi terkait keamanan vaksin AstraZeneca dari WHO.
Untuk menghindari kedaluarsa, pemerintah rencananya akan menghabiskan 1,7 juta dosis vaksin AstraZeneca dalam rangkaian vaksinasi pertama.
"Karena nanti akan datang lagi kalau tidak salah sekitar 3 juta di tanggal 22 Maret 2021 dan 7 juta di tanggal 22 April 2021. Jadi yang 3 juta itu yang dipakai sebagai vaksinasi yang kedua," pungkasnya. (OL-7)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Menurut Esra, keberagaman sudut pandang inilah yang memicu munculnya ide-ide baru dan menciptakan keputusan yang lebih berkelanjutan.
Momentum Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.
AstraZeneca dan Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) berkolaborasi memperkuat penanganan asma dengan digitalisasi yang menyeluruh.
Kemenkes dan AstraZeneca dalam penanganan penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, kanker, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi virus RSV, penyakit ginjal kronis.
TEMA Hari Asma Sedunia 2025 yaitu Jadikan Perawatan Inhalasi Dapat Diakses oleh SEMUA ORANG! (Make Inhaled Treatments Accessible for ALL!).
Setiap tahun program BPTW melakukan penilaian terhadap berbagai organisasi lokal dan multinasional di Indonesia untuk memperkuat budaya tempat kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved