Rabu 03 Maret 2021, 19:51 WIB

Sejumlah Cendikiawan Gagas Simposium Nasional Satu Abad Indonesia

Supardji Rasban | Humaniora
Sejumlah Cendikiawan Gagas Simposium Nasional Satu Abad Indonesia

Antara
Pengibaran sang saka merah putih.

 

SEJUMLAH cendikiawan dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam Forum 2045 akan menggelar simposium nasional menyongsong  satu abad proklamasi kemerdekaan. Simposium akan digelar secara daring pada 7-10 April 2021 mendatang.

Ketua Institut Harkat Negeri (IHN), Sudirman Said yang menjadi salah satu inisiator kegiatan tersebut menyatakan, simposium nasional dengan tema Memajukan Kesejateraan Umum tersebut terbuka diikuti masyarakat umum.

"Simposium Nasional Memajukan Kesejahteraan Umum ini merupakan inisiatif bersama, dalam wujud suatu ruang akademik untuk membahas tantangan bangsa ke depan, terutama dalam menyongsong satu abad proklamasi kemerdekaan," ujar Sudirman, melalui rilis yang diterima Rabu (3/3/2021).

Sudirman menyampaikan, pemilihan tema Memajukan Kesejahteraan Umum diyakini dapat menjadi visi utama yang ingin dicapai pada tahun 2045, sekaligus untuk mewujudkan cita-cita kebangsaan yang tertera pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

"Tema Memajukan Kesejahteraan Umum diambil bukan hanya karena term tersebut termuat di dalam teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, namun diyakini bahwa itulah yang ideal yang hendak dicapai bangsa," tutur Sudirman.

Sudirman menjelaskan, kesejahteraan umum tentu tidak perlu dipersempit hanya dalam pengertian ekonomi, melainkan harus dibebaskan agar dapat kembali kepada pengertiannya yang lebih luas dan dalam, yakni keadaan bangsa yang sepenuhnya terbebas dari segala ciri kolonial yang merendahkan martabat manusia dan bangsa.

"Jika bangsa diandaikan sebuah kapal besar yang hendak berlayar, maka tentu dibutuhkan kejelasan lokasi yang hendak dituju, rute, dan keseluruhan informasi tentang keadaan selama perjalanan, termasuk cuaca," jelas Menteri
Energi dan Sumber Daya Manusia periode 2014-2016.

Sudirman berpandangan di tengah situasi bernegara yang sangat memprihatinkan seperti saat ini, perlu hadir sebuah pemikiran dari berbagai latar belakang guna memberikan sumbangsih solutif bagi berjalannya bangsa satu abad pada 2045.

"Simposium menghimpun pikiran sebab saat ini masalah kita begitu besar tapi tenaga begitu kecil. Simposium mengundang tokoh pemikir, akademisi dari seluruh Nusantara dengan mengajukan pikiran terbaik dan berhimpunya kembali sebagai solusi bersama," urai Sudirman yang sekarang Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMI itu.

Kata SS--sapaan Sudirman Said, simposium nasional nanti akan menghimpun gagasan berbasis kearifan lokal yang visioner sehingga menjadi proses penghimpunan pemikiran dari bawah ke atas.

"Barangkali kita ini terlalu sibuk dengan agenda jangka pendek sekaligus agenda yang sangat egosentris kelompoknya. Simposium ini menuju kesana dengan mengajak sebanyak mungkin, memperluas ketuanrumahan, memikir hal jauh ke masa depan, dan merangkum sebanyak mungkin pikiran, selebar mungkin kalangan," pungkas SS. (OL-13)

Baca Juga: Indonesia Akan Jadi Negara Besar Pada 2045

 

Baca Juga

Antara/Mohamad Hamzah

Pengawasan Ketat Ternak Impor dan Karantina Hewan Cegah Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:44 WIB
“Titik-titik pemeriksaan, pengawasan dan karantina untuk sapi impor perlu menjadi fokus pemerintah supaya PMK tidak semakin...
DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya