Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
HIPERTENSI merupakan penyakit yang cukup banyak ditemukan di masyarakat. Jika tidak dikontrol dengan baik, penyakit ini bisa sangat berbahaya. Mulai dari menyebabkan penyakit kardiovaskular, bahkan stroke sehingga tidak jarang penyakit ini juga bisa menyebabkan kematian.
Dari temuan di lapangan, dokter Eka Harmeiwaty, SpS, Sekretaris Jendral Indonesian Society of Hypertension (InaSH) meminta masyarakat mewaspadai hipertensi terselubung atau masked hypertension.
Menurut dr Eka, hipertensi terselubung menunjukkan tekanan darah normal saat diperiksa di klinik. Namun pengukuran di luar klinik hasilnya menunjukkan tekanan darah yang meningkat. Dari berbagai studi prevalensi adalah 9%-48%.
"Hipertensi terselubung ini mempunyai risiko tinggi kerusakan organ,” jelas dr Eka dalam webinar Tatalaksana Hipertensi pada Masa Pandemi, seperti dilansir dari Medcom.id.
Selain hipertensi terselubung, dr Eka juga meminta masyarakat mewaspadai white coat hypertension (hipertensi jas putih). Jenis ini sering ditemukan pada pasien hipertensi derajat 1 (tekanan darah siatolik 140-159 dan atau tekanan sistolik 90-99 mmHg) pada pemeriksaan di klinik. Namun pada pengukuran di rumah tekanan darah normal.
"Pada individu ini tidak perlu diberikan pengobatan, namun perlu pemantauan jangka panjang karena berisiko terjadi hipertensi di kemudian hari. Prevalensi diperkirakan 2,2% – 50% dan sangat dipengaruhi oleh cara pengukuran di klinik,” sebutnya.
Untuk mengetahui hipertensi jas putih dan hipertensi terselubung dibutuhkan pemeriksaan tekanan darah di rumah yang selanjutnya disingkat dengan PTDR. Hal ini disarankan pada pasien hipertensi terutama bagi pasien hipertensi dengan gangguan ginjal, diabetes, dan wanita hamil dan juga pasien dengan kepatuhan pengobatan yang buruk. Ia menegaskan, deteksi dini ini perlu dilakukan pada kelompok usia dewasa yang berumur 18 tahun ke atas.
Di tengah pandemi, imbuhnya, PTDR ini sangat bermanfaat karena sebagian pasien enggan ke rumah sakit terutama pasien lansia. Hasil PTDR bisa dikonsultasikan kepada dokter yang merawat secara online baik dengan chatting via medsos atau telemedicine. (H-2)
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
BGN menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Dengan dukungan sensor pemantau aliran darah dan denyut jantung, jam tangan pintar dapat merekam aktivitas jantung secara berkelanjutan selama digunakan oleh pemiliknya.
Serangan jantung umumnya disebabkan oleh masalah mekanik pada pembuluh darah, sementara kematian jantung mendadak lebih berkaitan dengan sistem kelistrikan organ tersebut.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit jantung adalah keterlambatan diagnosis.
Kebocoran aliran darah pada jantung dapat memicu tekanan tinggi pada paru yang berujung pada kondisi fatal yang disebut Sindrom Eisenmenger.
Berbagai penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, kanker, hingga gagal ginjal kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved