Jumat 12 Februari 2021, 04:30 WIB

Pertamina Foundation Berdayakan Desa Lewat Tanam Pohon Durian

Mediaindonesia.com | Humaniora
Pertamina Foundation Berdayakan Desa Lewat Tanam Pohon Durian

Antara
Ilustrasi : durian.

 

Masa pandemi Covid-19 mendorong Pertamina Foundation untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat. Dalam naungan program PFBangkit, Pertamina Foundation berkolaborasi dengan crowdfunding tepercaya BenihBaik.com untuk meningkatkan perekonomian desa lewat program “Satu Keluarga Satu Pohon Durian.”

Pertamina Foundation mendonasikan dana bantuan program kepada BenihBaik.com untuk dibelikan bibit pohon durian bawor, pendampingan, dan perawatannya hingga tumbuh dan berbuah. Bibit berusia satu setengah tahun diberikan kepada 1.793 kepala keluarga di Desa Karanggude Kulon dan 1567 kepala keluarga Desa Sunyalangu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Direktur Operasional Pertamina Foundation A.M Unggul Putranto, mendukung pelaksanaan program “Satu Keluarga Satu Pohon Durian” karena selaras dengan misi program PFBangkit dan Pertamina Foundation untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi sosial, pengembangan ekonomi kreatif, dan kewirausahaan.

“Program penanaman bibit durian bawor ini mempunyai potensi besar untuk menopang ekonomi masyarakat desa karena mereka akan memperoleh seluruh hasil penjualan duriannya. Tentu ini sejalan dengan misi Pertamina Foundation untuk memberdayakan masyarakat sekaligus membantu meningkatkan perekonomian mereka yang terdampak pandemi Covid-19,” ungkap Unggul, Senin (8/2/2021).

Founder dan CEO BenihBaik.com Andy F Noya, mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Foundation karena telah antusias dan peduli terhadap program pemberdayaan masyarakat desa.

“Terima kasih Pertamina melalui Pertamina Foundation yang sudah antusias dan mendukung pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi melalui penanaman pohon durian ini. Kehadirannya dalam program ini menjadi bukti bahwa BUMN hadir untuk negeri dan bekerja dengan hati. Semoga ke depan kita bisa berkolaborasi lagi dan semakin banyak saudara-saudari kita yang bisa dibantu,” ucap Andy.

Durian bawor menjadi pilihan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Buah durian jenis ini mudah dibudidayakan, punya daging yang tebal, dan masa panen yang cepat. Hanya dalam kurun waktu dua tahun, pohonnya sudah mulai berbuah dan dapat menghasilkan sampai enam buah durian dengan berat rata-rata empat kilogram ketika berumur empat setengah tahun. Masa panennya juga mampu bertahan hingga 15 tahun.

Setiap kepala keluarga memperoleh satu bibit pohon durian untuk ditanam dan dirawat di halaman rumah mereka masing-masing. Mereka juga akan didampingi oleh kelompok penyuluh selama dua tahun ke depan. Maka dari itu, diharapkan program ini dapat dikelola dan dirawat dengan baik oleh aparatur dan masyarakat desa setempat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada CSR PT Pertamina (Persero), Pak Andy dari BenihBaik, aparatur, dan masyarakat desa yang sudah berkenan mendukung dan menerima pelaksanaan program ini. Semoga apa yang dirintis, dapat dirawat dan dikelola dengan baik sehingga bisa memberikan manfaat maksimal untuk kesejahteraan masyarakat desa ini,” tutup Unggul. (RO/OL-12)

Baca Juga

ANTARA/Arif Firmansyah

Percepat Vaksinasi dan Cegah Kerumunan Cara Ampuh Atasi Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 23 Juni 2021, 08:42 WIB
"Di samping mutasi virus, terjadinya lonjakan kasus juga karena adanya...
MI/VICKY GUSTIAWAN

Graha Wisata TMII Tinggal Sisakan 1 Kamar Bagi Pasien Covid-19

👤Kautsar Bobi 🕔Rabu 23 Juni 2021, 08:13 WIB
"Per 22 Juni 2021, jumlah kamar (yang) terpakai sebanyak 32 kamar dan sisa kamar tersedia satu...
dok.manggala agni

Karhutla Bisa Picu Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 23 Juni 2021, 08:10 WIB
SETIAP kejadian kebakaran hutan selalu diikuti oleh peningkatan kasus covid-19. Biasanya kenaikan terjadi setelah sekitar satu minggu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya