Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menjadi ketua pelaksana program luar biasa dalam menurunkan tingkat kekerdilan akibat kurang gizi (stunting) di Indonesia.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam jumpa pers di Kantor Presiden, usai rapat terbatas di Jakarta, Senin (25/1), mengatakan Presiden Jokowi menargetkan tingkat stunting dapat turun menjadi 14 persen pada 2024, dari 27,6 persen di 2019.
Dengan target itu, Indonesia memerlukan kerja keras dan upaya luar biasa karena setiap tahunnya perlu menurunkan tingkat stunting minimal 2,7 persen.
Baca juga: Presiden Pasang Target Ambisius Terkait Penanganan Stunting
Dalam kaitan itu Presiden telah merumuskan beberapa langkah, salah satunya yakni alokasi anggaran penanganan stunting yang tersebar di 20 kementerian dan lembaga (K/L) akan difokuskan kepada beberapa K/L saja yang memiliki perpanjangan program hingga ke daerah.
Untuk itu, katanya, BKKBN ditunjuk menjadi ketua pelaksana di antara K/L yang akan menangani langsung program penurunan stunting ini.
“Sehingga nanti kalau Bapak Presiden meminta pertanggungjawaban itu jelas siapa yang harus bertanggung jawab di dalam penanganan stunting ini. Telah diputuskan bahwa sebagai ketua pelaksana dari program luar biasa di dalam penanganan stunting ini adalah di bawah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN,” kata Muhadjir.
Menko PMK mengatakan Presiden Jokowi juga meminta agar pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota yang masih memiliki tingkat stunting tinggi untuk sungguh-sungguh dalam menurunkan tingkat kekerdilan ini.
Menurut Presiden, katanya, pemetaan stunting di wilayah di Indonesia sebenarnya sudah sangat rinci dan jelas. Pemetaan itu dapat dijadikan dasar agar pemerintah pusat dan daerah menyusun langkah-langkah konkrit dan efektif untuk menurunkan angka stunting.
“Kenapa angka stunting menjadi perhatian dari Bapak Presiden? Karena kita tahu bahwa kalau orang atau anak atau bayi sudah terlanjur terkena stunting pada usia 1.000 hari awal kehidupan, maka perkembangan kecerdasannya itu tidak akan bisa optimal sampai nanti dewasa menjadi usia produktif,” katanya.
Dasar atau konsep penanganan stunting bermula dari pembangunan keluarga. Jadi pembangunan keluarga tidak hanya terkait dengan pembatasan angka kelahiran atau jarak dari kelahiran anak, namun juga termasuk upaya mencegah anak stunting, demikian Muhadjir Effendy. (Ant/H-3)
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Kaji Reka merupakan forum untuk mendiseminasikan berbagai hasil kajian dari daerah agar dapat diketahui masyarakat.
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah kunci tercapainya target Indonesia Emas 2045.
MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memiliki fleksibilitas dalam membantu masyarakat.
Menko PMK Pratikno sebut Baznas mitra strategis pemerintah. Sinergi zakat dukung kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana.
Pratikno menekankan bahwa kesehatan bukanlah hasil keberuntungan, melainkan buah dari kebiasaan baik yang dijaga setiap hari.
Pratikno menambahkan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat dalam menghadapi perkembangan teknologi termasuk bagi dunia pendidikan.
Catur Brata Penyepian Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelaungan merupakan bentuk pengendalian diri, introspeksi, serta kesadaran terhadap hubungan manusia dengan alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved