Kamis 14 Januari 2021, 03:10 WIB

Vaksinasi Berlanjut ke Provinsi

Andhika Prasetyo | Humaniora
 

PRESIDEN Joko Widodo memastikan bahwa proses vaksinasi yang telah mulai dilaksanakan di Jakarta akan langsung dilanjutkan di provinsi-provinsi lain di seluruh Indonesia.

Ia menekankan bahwa vaksinasi sangat penting untuk memutus rantai penularan covid- 19 dan memberi perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat.

Jokowi juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk terus disiplin menjalankan protokol kesehatan walau vaksinasi telah resmi berjalan. Selain itu, masyarakat diharap mau berpartisipasi dalam program tersebut.

“Tentunya saya berharap seluruh rakyat bersedia divaksin karena ini adalah upaya kita untuk bebas dari pandemi. Mengenai waktunya kapan, semua harus bersabar. Tapi, yang pasti vaksin ini gratis,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Vaksinasi kepada Presiden Jokowi, yang menjadi orang pertama yang disuntik di Indonesia, berlangsung kemarin pagi di Istana Merdeka. Sebelum disuntik, Jokowi diperiksa suhu tubuh dan tekanan darah lalu ditanya terkait kondisi kesehatan dalam beberapa hari terakhir.

Kemudian Jokowi diarahkan ke kursi untuk disuntik Wakil Ketua Tim Dokter Kepresidenan, Abdul Muthalib. “Waktu disuntik tidak terasa sakit sama sekali,” ungkap Jokowi. Sementara itu, Abdul Muthalib merasa lega karena vaksinasi berjalan lancar. “Menyuntikkan vaksin covid-19 kepada orang pertama di Indonesia pasti ada rasa gemetar. Tapi, itu tidak masalah. Prosesnya berjalan lancar bahkan tidak ada pendarahan di bekas suntikan,” tutur Abdul.

Setelah Jokowi, beberapa pejabat lain menyusul divaksinasi seperti Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Daeng Muhammad Faqih, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Idham Azis.

Tidak hanya itu, influencer Raffi Ahmad juga mendapat kesempatan mengikuti proses vaksinasi tahap awal.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, Raffi Ahmad hadir sebagai perwakilan kaum milenial.

Mendapatkan urut an ketujuh, tepat setelah Kapolri, proses vaksinasi Raffi yang memiliki pengikut 19 juta di Youtube itu berjalan lancar.

Dia bahkan sempat mengacungkan jempol seusai disuntik. “Tidak terasa apa-apa. Disuntiknya cuma dua detik. Habis itu dipantau 30 menit. Saya baik-baik saja,” ucap Raffi .


Jangan ragu

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meminta masyarakat tidak ragu lagi terhadap keamanan vaksin covid-19. Alasannya, vaksin Sinovac itu telah mendapat sertifikasi Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan dan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Dasar pemberian EUA itu melalui beberapa syarat di antaranya data keamanan subjek uji klinis, data imunogenisitas, dan data efi kasi vaksin berdasar hasil uji klinis tahap I, II, dan III.

“Sertifikat halal juga dikeluarkan berdasar kajian kehalalan vaksin melalui beberapa tahapan, termasuk kunjungan ke fasilitas pembuatan vaksin Sinovac di Tiongkok,” kata Wiku, kemarin.

Wiku juga meminta masyarakat tidak perlu ragu terhadap efektivitas vaksin karena standar efikasi vaksin telah melampaui standar minimal nyang ditetapkan sebesar 50%. (Fer/X-11)

Baca Juga

Antaranews.com

Basarnas Luncurkan KN SAR 247 Tetuka untuk Operasi di Laut Banten

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 14 Juni 2021, 23:55 WIB
Diharapkan bisa lebih mamaksimalkan dan memudahkan pencarian korban kecelakaan laut di Selat...
MI/BARY FATHAHILAH

Pembangunan Masjid Kelompok Minoritas Paling Banyak Diganggu

👤Hilda Julaika 🕔Senin 14 Juni 2021, 23:40 WIB
Ismail menilai, kasus-kasus terkait rumah ibadah seharusnya segera diselesaikan mengingat adanya urgensi kesehatan masyarakat selama...
Dok. Pribadi

Buku Panduan Pengembangan Desa Wisata Hijau Diluncurkan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 14 Juni 2021, 22:50 WIB
Panduan Praktis: 10 Langkah Mengembangkan Desa Wisata Hijau disusun bersama dalam lingkup kerja sama bilateral pemerintah Indonesia dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya