Selasa 12 Januari 2021, 23:55 WIB

Kebiasaan Ngemil Meningkat Selama Pandemi

mediaindonesia.com | Humaniora
Kebiasaan Ngemil Meningkat Selama Pandemi

Ist
Prashant Peres, President Director Mondelez Indonesia, saat menjelaskan hasil survei secara virtual, Selasa (12/1).

 

PANDEMI covid-19 turut mendorong berbagai perubahan kebiasaan di keseharian masyarakat dunia termasuk Indonesia, tanpa terkecuali dalam hal mencamil atau ngemil.

Menyadari itu, Mondelez International sebagai salah satu pemimpin global dalam industri makanan ringan kembali meluncurkan sebuah survei tahunan bertajuk The State of Snacking 2020 guna menganalisis kebiasaan, wawasan dan tren ngemil pada konsumen di Indonesia dan 11 negara lainnya.

Prashant Peres, President Director Mondelez Indonesia, menjelaskan, survei ini bertujuan untuk mempelajari kebiasaan konsumen dan menemukan berbagai pemahaman baru tentang peran camilan bagi masyarakat baik fungsional maupun emosional, khususnya dalam keseharian masyarakat Indonesia yang sangat lekat dengan camilan.

"Hadirnya survei ini bisa menjadi media informasi bagi masyarakat akan beragam manfaat baik dari camilan, sekaligus menginspirasi mereka untuk ngemil lebih bijak agar bisa meraih manfaat tersebut bagi tubuh maupun pikiran, utamanya di masa pandemi yang tak menentu ini," jelas Prashant.

Survei The State of Snacking 2020 menemukan bahwa pandemi telah mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia akan konsumsi dan pembelian camilan, di antaranya pandemi meningkatkan kebutuhan camilan harian masyarakat.

Lebih tinggi dari rata-rata global, ternyata 60% orang Indonesia lebih banyak ngemil selama pandemi jika dibandingkan dengan sebelumnya. Masyarakat Indonesia sendiri rata-rata mengonsumsi tiga kalj makanan ringan per hari, yang melebihi jumlah rata-rata global. Tak hanya itu, ngemil juga dianggap menjadi hal yang sangat penting selama pandemi (64%).


Baca juga: Pengguna Behel Berisiko Menderita Gigi Berlubang


Menanggapi temuan itu, peneliti dan pengamat sosial Devie Rahmawati menjelaskan, dalam konteks masyarakat Indonesia, kebiasaan ngemil sudah menjadi bagian dari tradisi sejak dulu. Maka dari itu, tidaklah heran jika camilan banyak dipilih masyarakat di berbagai kesempatan, termasuk dalam hal mengisi waktu luang dan menghilangkan kebosanan.

”Kebutuhan masyarakat Indonesia akan makanan (camilan) tidak hanya menjadi pemenuh kebutuhan biologis, tetapi juga menjadi kekuatan sosiologis membangun konektivitas sosial, serta membantu mengendalikan suasana hati di kehidupan sehari-hari, bahkan meredakan tingkat stress yang timbul akibat suasana yang tidak menentu, seperti pandemi," jelas Devie.

Terungkap bahwa saat ini setiap individu berusaha mencari kenyamanan saat menikmati camilan sehingga pemilihan waktu ngemil menjadi lebih spontan dan bervariatif. Sebanyak 60% menyatakan bahwa jadwal ngemil mereka menjadi lebih tidak terencana dan berbeda setiap harinya.

Data tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi makanan ringan untuk mencari kenyamanan di tahun ini (71%), jika dibandingkan dengan data pada tahun lalu (64%).

Kemudian 84% responden menyatakan bahwa camilan merupakan salah satu sumber kebahagiaan mereka. Tak hanya itu, 81% merasa camilan bisa memberikan semangat tersendiri sepanjang hari.

Mengenai manfaatnya bagi keluarga, 94% orang tua mengandalkan camilan untuk menghibur anak-anaknya selama pandemi. Bahkan, 77% orang tua telah menjadikan kebiasaan ngemil sebagai tradisi baru bagi keluarga.

Aktris dan juga seorang Ibu keluarga milenial Novita Angie menyatakan kesamaan pendapatnya, dan camilan bisa menjadi sarana hiburan yang membangun kedekatan keluarga.

"Selama masa  pandemi orang tua dituntut menjadi lebih kreatif, karena ruang gerak anggota keluarga menjadi terbatas, terutama anak-anak yang cepat bosan. Oleh karena itu, camilan bisa menjadi medium untuk menghibur, sekaligus juga untuk melengkapi momen kebersamaan keluarga," tutur Novita.

Survei ini juga mengungkap bahwa jumlah transaksi camilan secara online meningkat 33% dari sebelum pandemi. Sebanyak 75% merasa lebih aman dan nyaman dengan membeli camilan secara online. Dalam hal menemukan jenis camilan baru, media sosial menempati pilihan teratas dengan dipilih oleh 54% responden.

Mondelez International dengan produk-produknya yang ikonik seperti biskuit Oreo, cokelat Cadbury, dan Keju Kraft telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia.

"Melalui survei State of Snacking ini, Mondelez Indonesia semakin memahami kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia di masa new normal ini, sehingga dapat menghadirkan camilan yang tepat, di waktu yang tepat dan membuatnya dengan cara yang tepat pula, di mana hal ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan untuk Empower People to Snack Right," tutup Prashant. (RO/S-2)

Baca Juga

Worldometer

Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta, Pemerintah Siapkan Langkah Khusus

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 27 Januari 2021, 11:55 WIB
Presiden minta dilakukan perubahan strategi dan...
Antara

BMKG: Banjir Aceh Dipicu Curah Hujan Ekstrem hingga 175 mm

👤Zubaedah Hanum 🕔Rabu 27 Januari 2021, 11:40 WIB
Banjir menjadi bencana yang paling dominan di...
MI/Depi Gunawan

Sesar Lembang Masih Aktif, BMKG Monitor Sejak 1963

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 27 Januari 2021, 11:39 WIB
"Keaktifan sesar ini diindikasikan dengan adanya aktivitas gempa-gempa kecil yang masih terjadi di sepanjang jalur Sesar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya