Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tramidzi mengatakan secara total pemerintah membutuhkan waktu 15 bulan, mulai Januari 2021 hingga Maret 2022 untuk menuntaskan program vaksinasi Covid-19 di 34 provinsi.
“Kita membutuhkan waktu 15 yang akan dihitung mulai Januari 2021 hingga Maret 2022. Jadi ini adalah waktu 15 bulan pelaksanaan vaksinasi yang akan dilakukan secara bertahap,” kata Siti Nadia dalam konferensi pers secara daring dengan topik Update Target Penyelesaian Vaksinasi dan Kesiapan Vaksin Covid-19. Minggu (3/1).
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Butuh 3,5 Tahun, DPR: Menkes Harus Kaji Ulang
Dia menjelaskan, waktu 15 bulan bertujuan untuk menuntaskan program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di 34 provinsi dan mencapai total populasi sebesar 181,5 juta orang. Oleh karena itu, pelaksanaan vaksinasi akan berlangsung selama dua periode.
Dimana pertama itu akan berlangsung dari Januari hingga April 2021 dan akan memprioritas kepada 1,3 juta tenaga kesehatan, 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi.
Kemudian periode kedua yang akan berlangsung selama 11 bulan, sejak April 2021 hingga Maret 2022 dan akan menjangkau jumlah masyarakat sisa dari periode pertama.
“Jadi pelaksanaan vaksinasi ini akan membutuhkan 15 bulan dan berlangsung selama 2 periode,” sebutnya.
Pihaknya juga mengklarifikasi terkait beberapa pemberitaan yang menyebutkan bahwa dibutuhkan waktu 3,5 tahun untuk merampungkan vaksinasi di Indonesia. Kata Siti Nadia, waktu yang disebutkan 3,5 tahun itu untuk proyeksi vaksinasi dunia sedangkan untuk vaksinasi di Indonesia akan berlangsung selama 15 bulan.
“Adapun yang dimaksud bapak Menteri waku 3,5 tahun itu adalah proyeksi penyelesaian vaksinasi untuk seluruh dunia. Sementara di Indonesia akan menyelesaikan vaksiansi dalam kurun waktu 15 bulan,” terangnya.
Dia menambahkan sebelum prorses vaksinasi diberlangsung. Pihaknya tetap mendorong seluruh masyarakat untuk menjalankan protokol 3M dengan ketat sebab perjalanan menghadapi pandemi Covid-19 masih cukup.
“Vaksin bersama, penerapan disiplin 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumanan) serta memperkuat 3T (tracing, testing dan treament) merupakan upaya lengkap dalam menekan penyebaran Covid-19 secara efektif,” pungkasnya. (H-3)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman menyampaikan prevalensi kusta di Indonesia sampai saat ini sebesar 0,91/10.000 di ratusan daerah.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian signifikan dengan jumlah kehadiran peserta menembus 70 juta orang hingga 29 Desember 2025.
Kemenkes menyatakan bahwa nakes Kemenkes menyatakan nakes tetap melayani warga di Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning,Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Pneumonia merupalan penyebab utama kematian pada balita, yang menurunkan fungsi alveolus pada paru-paru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved