Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPR RI Komisi XI Kamrussamad meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengkaji kembali rencana penyelesaian tahapan vaksinasi covid-19 yang membutuhkan waktu sekitar 3,5 tahun.
Jangka waktu tersebut dianggap terlalu lama untuk proses vaksinasi ke masyarakat Indonesia dan seharusnya dipercepat guna membangkitkan perekonomian nasional.
"Kalau 3,5 tahun berarti lebih dari 1.200 hari untuk menyelesaikan vaksinasi terhadap seluruh rakyat Indonesia. Nah, menunggu kebangkitan ekonomi pascaselesainya semua vaksin atau secara paralel, bisa belum memberikan tanda perbaikan signifikan," kata Kamrussamad dalam webinar 'Vaksin untuk Kebangkitan Pariwisata Indonesia' secara virtual, Minggu (3/1).
Baca juga: Kemenkes Masih Susun Jadwal Vaksinasi Covid-19
Dia menambahkan, "Karena itu, menurut saya, dengan waktu 3,5 tahun yang ditawarkan Menkes adalah sesuatu yang sangat perlu ditinjau kembali."
Kamrussamad menuturkan proses penyelesaian tahapan vaksinasi dapat dilakukan dengan jangka waktu setahun.
Dia bahkan mendorong Kementerian Kesehatan untuk dapat menyuntikkan vaksin ke 1 juta orang per hari dari total 181 juta masyarakat yang mendapatkan layanan kesehatan tersebut.
"Kenapa kita tidak coba optimalkan 1 juta orang setiap hari untuk divaksinasi misalnya. Kami menginginkan supaya vaksinasi selama 12 bulan sudah tuntas," tuntut Politikus Gerindra itu.
Kamrussamad berpendapat, selain vaksinasi, pemerintah perlu mengoptimalkan kebijakan fiskal berupa stimulus untuk dapat memulihkan perekonomian nasional yang diproyeksikan akan tumbuh sekitar 5% di tahun ini.
"Pengendalian wabah covid-19 menjadi kunci pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan pemerintah akan tumbuh sekitar 5 koma sekian persen. Karena itu, selain vaksin, juga harus ada kebijakan fiskal. Nah kebijakan fiskal dari pemerintah ini telah dimulai sebetulnya di tahun 2020 dan akan terus dilanjutkan di 2021," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, dibutuhkan 3,5 tahun untuk menyuntikkan vaksin covid-19 ke penduduk Indonesia.
Pemerintah, sebutnya, telah akan menyiapkan 426 juta dosis vaksin covid-19 untuk 181 juta penduduk sebagai target.
"Diperkirakan waktu yang diperlukan 3,5 tahun untuk menyelesaikan proses vaksinasi Covid-19," kata Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (2/1). (OL-1)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman menyampaikan prevalensi kusta di Indonesia sampai saat ini sebesar 0,91/10.000 di ratusan daerah.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian signifikan dengan jumlah kehadiran peserta menembus 70 juta orang hingga 29 Desember 2025.
Kemenkes menyatakan bahwa nakes Kemenkes menyatakan nakes tetap melayani warga di Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning,Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved