Minggu 03 Januari 2021, 09:50 WIB

Kemenkes Masih Susun Jadwal Vaksinasi Covid-19

Fachri Audhia Hafiez | Humaniora
Kemenkes Masih Susun Jadwal Vaksinasi Covid-19

ANTARA/Moch Asim
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin saat simulasi vaksinasi covid-19 di RS Islam, Jemursari, Surabaya, Jawa Timur.

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) belum memastikan jadwal tetap pelaksanaan vaksinasi covid-19. Jadwal vaksinasi untuk kelompok kategori prioritas pertama ini diperkirakan pada 15-22 Januari 2021.

"(Jadwal) ini perkiraan ya," kata juru bicara vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Minggu (3/1).

Nadia menegaskan pelaksanaan vaksinasi tetap menunggu izin penggunaan vaksin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Izin ini terkait dikeluarkannya emergency use authorization (EUA) atau penggunaan situasi darurat oleh Badan POM.

"Iya tetap (menunggu izin Badan POM). Semoga semua berjalan lancar," ujar dia.

Baca juga: 708 WNA Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Indonesia

EUA merupakan persetujuan penggunaan obat atau vaksin saat kondisi darurat kesehatan masyarakat seperti dalam pandemi covid-19. Kebijakan ini diberikan karena semua obat dan vaksin yang akan digunakan dalam penanganan covid-19 masih dalam tahap pengembangan.

Sebelumnya, Kemenkes telah mengirimkan short message service (SMS) blast secara serentak kepada seluruh penerima vaksin covid-19 pada 31 Desember 2020. Penerima vaksin ini merupakan kategori prioritas pertama.

Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang ditetapkan oleh Menteri Gunadi Sadikin pada 28 Desember 2020.

Sasaran penerima SMS adalah mereka yang namanya telah terdaftar dalam Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Sasaran dari SMS Blast ini adalah masyarakat kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19," kata Budi Gunadi Sadikin dikutip dari laman resmi Kemenkes.

Pada tahapan pertama, kelompok prioritas penerima vaksin adalah 1,319 juta tenaga kesehatan serta penunjang pada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Kemudian petugas tracing kasus covid-19 dan 195 ribu petugas pelayan publik esensial sebagai garda terdepan.

Mereka yang berada di garda terdepan ini meliputi TNI-Polri, Satpol PP, petugas pelayan publik transportasi, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama di seluruh Indonesia. Vaksinasi diberikan sebanyak dua dosis dengan interval 14 hari. (OL-1)

Baca Juga

Instagram @drg.triputra

Ini Alasan Tri Putra Konsisten Suarakan Kesehatan Gigi Lewat Media Sosial

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 26 Mei 2022, 13:00 WIB
Tri menceritakan, awal mula dirinya membuat video tindakan-tindakan medis terhadap pasiennya karena ingin membuat masyarakat lebih paham...
Antara/Yusuf Nugroho.

Apakah Nikotin Timbulkan Kanker?

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 12:40 WIB
Yang perlu menjadi catatan, dalam konteks konsumsi rokok tembakau, nikotin tidak seberbahaya zat lain yang terkandung dalam rokok, yaitu...
MI/HO

Presiden Jadi Wali Nikah Pernikahan Adiknya dan Ketua MK

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 26 Mei 2022, 11:14 WIB
Pernikahan yang berlangsung khidmat itu digelar secara terbatas dan hanya dihadiri keluarga dan kerabat terdekat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya