Senin 28 Desember 2020, 15:05 WIB

N219 Dapat TC,Menristek: Momentum Bangkitnya Teknologi Penerbangan

Faustinus Nua | Humaniora
N219 Dapat TC,Menristek: Momentum Bangkitnya Teknologi Penerbangan

ANTARA/PUSPA PERWITASARI
Menristek/Badan Ristek dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro

 

Penyerahan Type Certificate (TC) dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kementerian Perhubungan untuk pesawat buatan Anak Bangsa N219 menjadi momen bersejarah bagi dunia penerbangan Indonesia. Dengan adanya TC, N219 siap memasuki tahap komersial untuk diproduksi secara massal.

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengapresiasi pencapaian putra-putri terbaik bangsa melaui LAPAN dan PT Dirgantara Indonesia. Dia mengatakan bahwa N219 telah menghidupkan kembali teknologi penerbangan yang sudah dirintis Presiden ke-3 RI BJ. Habibie pada tahun 1990-an, tepatnya ketika N250 pertama kali terbang pada 10 Agustus 1995.

Baca juga: Epidemiolog: Jakarta dan Pulau Jawa Harus Siap Ledakan Covid-19

"Ini tidak hanya berupa pemberian sertifikat yang pertama, tapi juga bangkitnya kembali teknologi penerbangan yang memberikan berbagai energi positif lainnya," ungkap Bambang dalam acara penyerahan TC N219, Senin (28/12).

Menrsitek mengungkapkan bahwa hampir 30 tahun lamanya, pengembangan teknologi dan industri kedirgantaraan Indonesia mati suri. Padahal banyak enginer hebat Tanah Air yang mempunyai potensi dan keahlian di bidang penerbangan.

TC untuk N219 merupakan yang pertama kali diterima peswat buatan dalam negeri. Sehingga layak disebut momen bersejarah sekaligus menandakan era baru dunia penerbangan Indonesia.

"Ini adalah waktu, momen bersejarah yang harus menjadi titik tolak bagi kita untuk mengembangkan teknologi dan industri kedirgantaraan di masa depan," imbuhnya.

Dijelaskannya, Indonesia harus terus mengembangkan teknologi kedirgantaraan. Pasalnya, sebagai negara kepulauan terbesar didunia, garis pantai terpanjang dan mempunyai lebih dri 10 ribu pulau, konektifitas menjadi sangat penting untuk mengintegrasikan dan mempersatukan NKRI.

Selain perhubungan laut, mau tidak mau Indonesia harus juga harus memastikan adanya konektivitas melalui angkutan udara. Namun, lantaran tidak banyak daerah-daerah di Indonesia yang mempunyai badara lengkap atau run way yang panjang, maka dibutuhkan pesawat yang sesuai dengan kondisi infrastruktur serta geografis. "Dan karena itu lahirlah N219 sebagai jawaban terhadap kebutuhan transportasu di Indonesi," tambahnya.

Baca juga: Pesawat N219 Nurtanio Resmi Tersertifikasi

Tidak berhenti di situ saja, N219 menurut Bambang merupakan cikal-bakal pengembangan teknologi dan industri penerbangan yang lebih kompleks lagi di masa datang. Sesuai dengan Prioritas Riset Nasional, Indonesia mempunyai agenda-agenda kemandirian dunia kedirgantaraan di masa datang.

"Mulai tahun 2021 ada N245. Jadi kalau N219 kita menargetkan pesawat dengan ukuran untuk 19 penumpang, berikutnya menargetkan untuk 45 penumpang yaitu N245. Kita harapakan ini bisa menjadi pengganti atau substituai dari pesawat sejenis yang selama ini kita harus impor atau datangkan dari luar negeri," jelasnya.

Pada tahun 2021 industri penerbangan juga akan mengembangkan R80, pesawat dengan kapasitas 80 penumpang. N245 dan R80 akan menggunakan teknologi propeler yang cocok untuk keperluan penerbangan jarak pendek-menengah dan R80 juga bisa mengganti peran pesawat sejenis yabg selama ini diimpor.

Selain itu, lanjut Bambang, Indonesia juga akan mengembangkan peswat nirawak atau drone yang akan menjadi tren masa depan baik untuk militer maupun sipil. Untuk sipil salah satu poin kritikalnya adalah drone untuk membwa kargo. Lantaran kegairahan ekonomi yang makin tinggi membutuhkan pergerakan barang antar daerah juga yang makin cepat pula.

"Mudah-mudahan program cargo drone yang akan segera kita luncur juga akan jadi pelengkap kemapuan kita terkait teknologi dirgantara," kata dia.

"Target kita kalau kita berhasil menjadi bagian dari 5 ekonomi tebesar di 2045 atau mejadi negara maju, maka kita harapkan kontribusi industri kedirgantaraan bisa mencapai 3,6% dari GDP dan tentunya itu akan menajdi kebanggaan," pungkasnya.

Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan akan mendukung penuh pengembangan teknologi dan industri penerbangan Indonesia. Menurutnya, dunia aviasi sangat menantang, sehingga upaya tersebut harus dilakukan dengan serius dan didukung semua elemen bangsa.

"Ini tentu bisa memotivasi kita semua khususnya PTDI dan LAPAN untuk kerja keras lakukan inovasi agar apa yang kita hasilkan menjadi suatu kebanggaan anak bangsa dijual tidak hanya di Indonesia tetapi di luar negeri," ungkapnya.

Dia pun mengajak semua stakeholder penerbangan untuk mendukung industri dirgantara Indonesia. Dia meminta agar para stakeholder melengkapi armadanya dengan N219. (H-3)

Baca Juga

ANTARA/Muhamad Ibnu Chazar

YKMI: SK Menkes Belum Sepenuhnya Jalankan Putusan MA

👤Humaniora 🕔Senin 23 Mei 2022, 09:00 WIB
50 persen vaksin halal dan 50 persen vaksin haram, sangat tidak proporsional, karena mayoritas pengguna vaksin itu umat Islam yang...
Istimewa Kementan

UGM Digandeng Pemkab Pamekasan Kembangkan Peternakan Berbasis Pesantren

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 Mei 2022, 08:45 WIB
Sebagai upaya memajukan ekonomi dan mendidik santri terampil...
ANTARA/ARNAS PADDA

Kemenag dan Kemenkes Latih Petugas Haji Embarkasi Makassar

👤Humaniora 🕔Senin 23 Mei 2022, 08:15 WIB
Para calon jemaah haji embarkasi Makassar berasal dari 8 Provinsi di Indonesia Timur, yakni Sulsel, Sultra, Sulbar, Gorontalo, Maluku,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya