Sabtu 12 Desember 2020, 17:15 WIB

Kawinkan Pendidikan & Dunia Usaha, Kemendikbud Luncurkan Kedaireka

Suryani Wandari | Humaniora
Kawinkan Pendidikan & Dunia Usaha, Kemendikbud Luncurkan Kedaireka

MI/SYARIEF OEBAIDILLAH
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud Nizam (kanan).

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menghadirkan sebuah platform Kedaireka untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi atau kampus dan industri.

Kedaireka adalah solusi terkini dalam mewujudkan kemudahan sinergi kontribusi perguruan tinggi dengan komersialisasi industri untuk kemajuan bangsa Indonesia, yang sejalan dengan visi Kampus Merdeka Kemendikbud RI.

Baca juga: Kemenag Minta Siswa Madrasah Berprestasi Masuk PTKIN Tanpa Tes

"Kedaireka akan menciptakan pernikahan masal antara kampus dan dunia usaha atau industri dan menyiapkan SDM unggul serta melahirkan inovasi yang berguna bagi dunia usaha," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Nizam dalam peluncuran Kedaireka, Sabtu (12/12) yang disiarkan di TVRI dan Youtube Ditjen Dikti.

Ia melanjutkan, tanpa adanya kolaborasi yang intensif antara dunia kerja dengan dunia pendidikan tinggi, maka tidak akan tercipta hasil maksimal karena masing-masing pihak berjalan sendiri-sendiri.

Peluncuran tersebut ditandai dengan penekanan tombol digital oleh beberapa pihak yang ikut berkolaborasi sepertii Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan berbagai Perguruan Tinggi.

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting mengatakan saat ini memang BUMN tengah mendorong UMKM untuk memiliki inovasi di masa pandemi, tak terkecuali para mahasiswa.

"Pada dasarnya, kami melihat kedaireka pada akhirnya mendorong inovasi dari seluruh insan pergurun tinggi maupun juga melakukan kolaborasi dengan pihak indutri. Hal ini sejalan dengan prioritas Kementerian BUMN pada 2020 - 2024 yang menekankan adanya inovsi baik dibidang bisnis, teknologi dan lainnya," kata Loto.

Kedaireka ini dilandaskan juga pada konsep Kampus Merdeka yang merupakan pola baru dalam sistem pembelajaran Pendidikan Tinggi di Indonesia. Untuk itu, beberapa hal perlu disesuaikan dalam menghadapi perubahan zaman seperti kurikulum dan sistem teknologi informasi.

Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Di sini lah diperlukan kolaborasi atau kerja sama antara sektor pendidikan dan sektor industri dalam menciptakan sebuah reka cipta sehingga dapat meningkatkan produksi dan distribusi di sektor domestik maupun global. Peran sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi, adalah sebagai pusat research and development bagi industri untuk mengembangkan teknologi baru.

Dalam hal ini, Kemendikbud pun telah menyiapkan dana pendamping untuk menghilirisasi dunia kampus menjadwab tantangan industri yakni sebesar Rp 250 miliar.

"Kita siapan platforn antar kampus dan dunia usaha dan juga meyiapkan intensif dalam bentuk dana pendamping. Jadi setiap rupiah dari industri akan didampingi dari pemerintah supaya akselerai dan hilirisasi di kampus ini cepat terwujud dan sebaliknya maslah di industri cepat diselesaikan," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Taufik Madjid berharap perkawinan antara keduannya tersebut dilakukan di desa dan pedesaaan termasuk di daerah 3T (tertinggal, terluar dan transmigrasi, terdepan).

"Ini sangat relevan dalam kontek pembangunan desa dan pedesaan, banyak hal yang harus kita lakukan disana. Kami berharap banyak inovasi yang lahor bisa bantu masyarakat desa kita," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Antara

D'Cost Berkolaborasi dengan BenihBaik.com Galang Donasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 13:25 WIB
D’Cost adakan kampanye #KembaliKeDCOST untuk memperkenalkan kembali D’Cost kepada...
Antara

Delapan Ribu Pecinta Kuliner Hadiri Ubud Food Festival

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 12:32 WIB
Para ikon kuliner seperti PettyElliott, Lisa Sibagariang dan William Salim tampil memukau...
Antara

Menteri LHK: RI Berperan Aktif dalam Agenda Pengendalian Perubahan Iklim

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 28 Juni 2022, 12:05 WIB
Komitmen Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC), yang mencakup target penurunan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya