Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Terbuka memastikan tidak akan ada mahasiswa yang dirugikan akibat adanya kendala teknis pada saat ujian akhir semester (UAS) secara daring beberapa waktu lalu yang sempat mengalami kendali teknis.
Penegasan itu disampaikan oleh Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ojat Darojat, kemarin, menanggapi adanya keluhan beberapa mahasiswanya terkait pelaksanaan UAS yang dilakukan secara daring. "Tidak boleh ada satu pun mahasiswa yang dirugikan dalam memperoleh layanan ujian. UT akan menyiapkan hari pengganti ujian apabila pada hari yang dijadwalkan terdapat hambatan aplikasi yang mengganggu kelancaran ujian mahasiswa," ujar Ojat di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan pihak UT telah bekerja keras untuk mengatasi hambatan teknis pada aplikasi dan tata kelola jaringan agar pelaksanaan UAS take home exam (THE) dapat berjalan lancar. Modus THE ialah salah satu skema yang digunakan dalam rangka mengoptimalkan layanan daring, khususnya layanan ujian di masa pandemi. Pelaksanaan UAS THE dijadwalkan berlangsung dari 5 hingga 18 Desember 2020.
Penyelenggaraan UAS THE merupakan yang pertama dan terbesar sepanjang sejarah UT. Kegiatan UAS tersebut diikuti oleh 312.236 mahasiswa yang tersebar di dalam dan di luar negeri dengan total peserta ujian seluruh mata kuliah ialah 1.717.614.
Hal yang sama dikemukakan Wakil Rektor III Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan UT Adi Winata menyatakan seluruh jajarannya bekerja dengan segenap tenaga agar seluruh mahasiswa dapat terlayani dengan baik.
"Mahasiswa, yang belum berhasil mengunduh naskah dan mengunggah jawaban pada 5 Desember 2020, akan diberikan kesempatan mengikuti UAS kembali pada 20 Desember 2020," jelas Adi.
Untuk memastikan agar tidak lagi terjadi kendala teknis ke depan, telah diputuskan bahwa UAS pada 6 dan 7 Desember 2020 ditunda dan digeser ke 21 dan 22 Desember.
Pelaksanaan UAS pada hari berikutnya setelah 7 Desember tetap berjalan sesuai jadwal semula, kecuali pada 9 Desember ditiadakan karena bersamaan dengan hari libur nasional pilkada. (Van/Bay/H-1)
STEFANIA Giannini (2026), Assistant Director-General for Education UNESCO, mengemukakan sistem pendidikan tinggi memainkan peran strategis dan tak tergantikan dalam membangun masyarakat
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Program studi yang selaras dengan minat umumnya akan membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan, sekaligus meningkatkan motivasi dalam menjalani perkuliahan.
Dalam satu waktu, tidak jarang sebuah universitas mengukuhkan tiga, lima, bahkan tujuh guru besar sekaligus.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), saat ini terdapat hampir 10 juta mahasiswa yang menempuh pendidikan di 4.416 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mendorong kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi semikonduktor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved