Minggu 06 Desember 2020, 15:05 WIB

Penerima Beasiswa Luar Negeri Harus Jadi Agent of Change

Faustinus Nua | Humaniora
Penerima Beasiswa Luar Negeri Harus Jadi Agent of Change

MI
Tangkapan layar webinar Kelas Pengusaha Muda dengan tema Pola Pendidikan Era New Normal: Konsistensi Belajar dan Berkarya, Minggu (6/12).

 

KOORDINATOR Bidang Peserta Didik Direktorat SMA, Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Juandanilsyah menyampaikan bahwa peluang beasiswa untuk kuliah di luar negeri terbuka lebar bagi pelajar Indonesia. Lulusannya diharapkan menjadi agen perubahan (agent of change) di Tanah Air.

"Selain dari luar negeri, dari Indonesia juga ada beasiswa. Kemudian dari kampus-kampus juga menyediakan beasiswa," ucapnya dalam Webinar Kelas Pengusaha Muda dengan tema Pola Pendidikan Era New Normal: Konsistensi Belajar dan Berkarya, Minggu (6/12).

Untuk bisa memanfaatkan peluang tersebut, lanjutnya, pelajar Indonesia perlu mempersiapkan diri. Persiapan mental dan penguasaan bahasa asing sangatlah penting, di samping bidang akademis lainnya.

Selain itu, imbuhnya, para pelajar harus mempunyai mental nasionalisme. Karakter sebagai manusia Indonesia perlu dijaga agar tidak mudah tergerus budaya bangsa lain.

"Punya mental nasionalisme, mental berwirausaha dan menjadi agen of change di Indonesia yang bisa menjadi teladan nantinya sebagai generasi penerus bangsa," sahut Juandanilsyah.

Ia mengapresiasi Kelas Pengusaha Muda yang telah menyelenggarakan program mentoring bagi siswa-siswa SMA untuk belajar bahasa inggris, IELTS, Essay dan perisiapan beasiswa ke dalam ataupun luar negeri. Program diawali dengan webinar sebagai langkah awal sebelum memulai mentoring intensif terhadap 500 peserta siswa SMA.

Program mentoring tersebut merupakan program bantuan pemerintah dari Bidang Peserta Didik Direktorat SMA, Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kemdikbud RI. Peserta pun terbuka untuk semua pelajar di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

"Jumlah peserta program ini ada 500 siswa yang merupakan siswa-siswa SMA di seluruh Indonesia. Tujuannya agar mereka bisa menyiapkan diri untuk IELTS, Essay hingga tips trik meraih beasiswa yang dibimbing langsung oleh mentor-mentor yang sudah terbukti berhasil," tambah Budy Sugandi dari Yayasan Kelas Pengusaha Muda.

"Kunci agar negara ini bisa maju ada pada pendidikan. Jadi kita harus mendorong agar anak-anak Indonesia cerdas, berakhlak mulia, mandiri dan berwawasan global," katanya.

Acara webinar juga menghadirkan dua pembicara lain yaitu Naeli Fitria yang merupakan Awardee Chevening Scholarship 2017/2018, menyelesaikan master International Relations dari University of Birmingham, UK dan juga merupakan Mentor Klikcoaching. Serta M. Rodlin Billah yang merupakan mahasiswa S3 dan peneliti di Karlsruhe Institute of Technology (KIT) Jerman. (H-2)

Baca Juga

ANTARA/RAISAN AL FARISI

Peran Pers Membangun Infrastruktur Pendidikan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 23 September 2021, 12:20 WIB
Media pers dibutuhkan sebagai infrastruktur penyebaran informasi dari berbagai arah dalam dunia pendidikan, memberi penerangan, dorongan...
Ant/M Risyal Hidayat

Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Tinggal 405

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 23 September 2021, 11:55 WIB
RUMAH Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat kini tinggal merawat 405 pasien covid-19, Kamis...
MI/Dok SETWAPRES

Wapres Tegaskan Penanganan Kemiskinan Ekstrem jadi Prioritas

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 23 September 2021, 11:50 WIB
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan hingga kuartal pertama 2021...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya