Kamis 03 Desember 2020, 19:40 WIB

Implementasi Hasil Penelitian di Indonesia Masih Sulit

Atalya Puspa | Humaniora
Implementasi Hasil Penelitian di Indonesia Masih Sulit

ANTARA/MUHAMMAD IQBAL
Peneliti LIPI menguji tekanan air ke hazmat yang sudah dilapisi nano partikel perak antimikroba di Lab Kimia LIPI, Serpong, Jumat (20/11).

 

Ilmuwan Spesialis Forensik Kebakaran Hutan Indonesia Bambang Hero Saharjo mengungkapkan, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi peneliti di Indonesia agar hasil penelitiannya bisa tepat guna di masyarakat. Ia menyebut, penelitian yang seharusnya dapat digunakan oleh para user, misal industri dan sejenisnya, bahkan tidak mencapai 20%

"Ada juga bahkan yang kurang dan bahkan ada pula yang lebih dari 50% dan itu tidak bisa digunakan langsung namun harus diintegrasikan atau disinkronkan dengan aturan main yang ada," kata Bambang kepada Media Indonesia, Kamis (3/12).

Baca juga: Kemenristek Siapkan Rp300 M untuk Pengembangan Vaksin Merah Putih

Ia menyatakan, hal itu merupakan PR besar yang harus dituntaskan agar jangan sampai penelitian itu hanya sekadar menghabiskan dana yang ada tetapi seharusnya menjawab permasalahan yang ada.

Ia menuturkan, terdapat sejumlah kendala yang dihadapi, salah satunya masalah waktu dan tersedianya dana yang akan digunakan tidak tepat waktu.

Tidak sedikit penelitian itu butuh waktu yang cukup panjang dalam satu tahun penelitain.

"Artinya dalam 1 tahun untuk penelitian saja perlu waktu 10 sampai 11 bulan misalnya, sementara budget penelitian itu baru diterima pada bulan ke 4 atau ke 5, bahkan pernah juga terjadi bahwa budget itu diterima hanya satu atau 2 bulan sebelum laporan 70 % nya dituntaskan, sementara laporan akhirnya harus dibuat 2 bulan setelah laporan sementara tersebut," bebernya.

Belum lagi, lanjut dia, harus menyiapkan bukti pengeluaran dengan sekian rangkap dan tidak boleh salah, sehingga peneliti juga harus menyiapkan administrasi keuangan tersebut yang juga harus berpacu dengan selesainya penelitian yang akan dilakukan.

"Pertanyaannya, apapkah memungkinkan mendapatkan publikasi dalam waktu dan kondisi seperti itu? Mustinya jawabannya adalah tidak," ucapnya.

Untuk itu, menurutnya harus dilakukan re-focusing penelitian untuk menjawab persoalan-persoalan yang timbul. Ia menilai, hal itu diharapkan nampu memberikan masukan terhadap kebijakan yang akan diimpelemntasikan oleh pemerintah.

"Dan terakhir dana penelitian itu seharusnya mengikuti tata waktu penelitian yang sudah disusun peneliti, sehingga hasilnya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan bukan hanya sekedar bagaimana caranya menghabisakan dana dengan benar dan tepat waktu," tandasnya. (H-3)

Baca Juga

ANTARA/Nyoman Budhiana

Hadapi 1 Juta Kasus Covid-19, NasDem Waspadai Kegiatan Wisata

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Januari 2021, 00:08 WIB
Kemenparekraf harus memastikan tempat-tempat wisata mematuhi protokol...
Ist

Inovasi New Normal untuk Industri Perhotelan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Januari 2021, 23:40 WIB
Inovasi produk yang dilakukan S2i tidak ditujukan untuk menghilangkan aspek kemanusiaan pada sebuah...
Antgara/M.RIsyal Hidayat

Dukung Penerapan GeNose di Kereta, Pengamat : Praktis dan Murah  

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 26 Januari 2021, 23:04 WIB
Menurutnya, pemakaian GeNose akan menguntungkan masyarakat, karena harga yang dipatok dianggap murah sekitar Rp20 ribu per...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya