Kamis 03 Desember 2020, 16:25 WIB

Menristek Targetkan Vaksin Merah Putih Masuk Industri Awal 2021

Faustinus Nua | Humaniora
Menristek Targetkan Vaksin Merah Putih Masuk Industri Awal 2021

ANTARA/Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8).

 

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa penelitian dan pengembangan bibit vaksin Merah Putih yang dilakukan 6 tim Indonesia harus sudah masuk industri pada awal tahun 2021.

"Targetnya jelas dari segi waktu bibit vaksin itu sudah harus diberikan kepada Biofarma atau perusahaan manufaktur lainnya tahun depan," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (03/11).

Bambang menjelaskan bahwa keenam tim atau institusi, yakni Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga mempunyai target masing-masing. Hal itu sesuai dengan time table yang diajukan institusi.

Baca juga: Survei: Iuran BPJS Naik, Kepuasan Peserta Meningkat

"Ada yang mungkin sudah menyerahkan bibit vaksinnya di triwulan pertama tahun depan. Ada juga ada yang di triwulan kedua," tambahnya.

Meski didorong untuk mempercepat pengembangan, Kemenristek juga menekankan pada keamanan dan efektivitas vaksin. Sehingga, ketika masuk industri setiap tahapan uji klinis tidak menjadi hambatan.

Dia juga menambahkan bahwa pengembangan itu merupakan upaya pemerintah untuk mencapai kemandiriam vaksin. Untuk kebutuhan jangka pendek hingga menengah, kerja sama dengan pihak luar akan dilakukan. Namun, untuk kebutuham jangka panjang, Indonesia harus sudah mandiri.

"Jadi kita memang harus mempunyai kemandirian vaksin. Dan karena itulah kami memberi dukungan kepada 6 tim yang bekerja untuk menghasilkan bibit vaksin Covid-19," tuturnya.

Diketahui, hari ini Kemeristek memberikan Keputusan Menteri (Kepmen) tentang pengembangan bibit vaksin kepada 2 institusi, yakni LIPI dan UI. Sebelumnya, Kemenristek juga sudah memberikan Kepmen kepada Eijkman dan Universitas Airlangga. Tersisa 2 institusi yang belum menerima Kepmen, yakni UGM dan ITB. (H-3)

Baca Juga

dok.ist

Kementan Selaraskan Kurikulum Pendidikan via FGD

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 13:36 WIB
MENGHADAPI tantangan Era Industri 4.0 dan Society 5.0 dituntut hadirnya SDM Pertanian yang...
ANTARA/Oky Lukmansyah.

Mensos: Saya Yakin Kelompok Difabel Bisa Maksimalkan Kemampuannya

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 03 Desember 2021, 13:32 WIB
Terkait dengan anggapan masyarakat yang menilai Risma tidak memahami kelompok difabel, Ia hanya bermaksud memastikan alat bantu dengar...
INFOPUBLIK.ID/KOMINFO/AMIRI YANDI

Presiden Soroti Rendahnya Vaksinasi di 15 Provinsi, Masih di Bawah 60%

👤 Dhika kusuma winata 🕔Jumat 03 Desember 2021, 13:30 WIB
Ada 15 provinsi yang masih di bawah 60%. Sumsel, Sumbar, NTT, Kalbar, Kalsel, Riau, Sulbar, Sulsel, Maluku Utara, Sulteng, Papua Barat,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya