Selasa 01 Desember 2020, 00:30 WIB

Bio Farma akan Bahas Fatwa Halal Vaksin Covid-19 dengan MUI

Fetry Wuryasti | Humaniora
Bio Farma akan Bahas Fatwa Halal Vaksin Covid-19 dengan MUI

ANTARA/Dok PT Bio Farma
.

 

BIO Farma akan memastikan kehalalan vaksin covid-19 asal Sinovac asal Tiongkok. Badan usaha milik negara bidang farmasi tersebut akan membahasnya bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Terutama untuk Indonesia, kami memastikan terkait kehalalannya atau nanti kami bisa membahasnya dengan MUI untuk bagaimana fatwa halal vaksin dalam kondisi emergency seperti ini," kata Dirut BUMN Farmasi Bio Farma Honesti Basyir dalam Focus Group Discussion Fraksi Partai NasDem DPR dengan tema Mengawal 260 Juta Vaksin Covid-19 Racikan BUMN, Senin (30/11).

Ia mengatakan Sinovac telah berkomitmen untuk pengiriman bahan baku vaksin covid-19 secara bertahap sebanyak 50 juta dosis pada November 2020 hingga Maret 2021. Bio Farma juga mendapatkan tambahan bahan baku vaksin covid-19 sebanyak 210 juta dosis sejak April 2021-Desember 2021.

Dalam kondisi normal, pembuatan vaksin melalui proses panjang, dari analisis pasar hingga epidemiologi sebelum masuk ke riset, preklinis, serta uji klinis 1 dan dan 2. Tapi dalam kondisi darurat seperti sekarang, uji pre klinis serta uji klinis 1 dan 2 telah dilakukan di Tiongkok.

Indonesia tinggal melakukan uji klinis tahap 3 untuk melihat keamanan (safety), khasiat (efficacy) vaksin, rekonfirmasi dari uji klinis 1  dan 2 dengan jumlah subjek lebih banyak.

Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac karena kesamaan platform teknologi. Perusahaan itu pun memiliki pengalaman pengembangan vaksin SARS dan saat ini merupakan salah satu yang terdepan dalam pengembangan vaksin covid-19.

"Total kami telah menguji kepada 1.620 relawan uji dan per 29 November telah mendapatkan penyuntikan ke-2 kali. Sekarang sedang proses monitoring untuk mendapat data immonugenecity. Progresnya tidak ada kejadian yang membuat uji klinis 3 berpotensi dihentikan," kata Honesti.

Prinsip pengadaan vaksin, saat ini Indonesia beradu kecepatan dengan berbagai negara lain untuk mengambil akses beli sebesar-besarnya. Untuk jangka panjang, baru Indonesia sampai pada kemandirian dengan pengembangan vaksin merah putih.

"Kami akan membuat agar distribusi bisa dijamin sampai ke orang yang berhak. Akan ada teknologi vaksinasi sampai ke orang yang telah pre order dan ada rekamannya orang-orang yang telah mendapat vaksin," kata Honesti. (OL-14)

Baca Juga

Antara

GeNose akan Dipakai Deteksi Korona di Transportasi Publik

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 22:00 WIB
GeNose merupakan alat pendeteksi covid-19 buatan Indonesia, yang diinisiasi oleh tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada...
Ist

480 Paket Bubur Bayi untuk Korban Gempa Sulbar

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 24 Januari 2021, 21:12 WIB
Sebanyak 480 paket bubur bayi disalurkan untuk korban gempa bumi di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), sejak Selasa...
MI/ Bary Fathahilah

Pemaksaan Siswi Berjilbab Akumulasi Pembiaran Kebijakan Intoleran

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 24 Januari 2021, 21:10 WIB
Pasalnya, kasus intoleransi di sekolah yang dilakukan secara terstruktur bukanlah kasus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya