Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
NYERI pada sendi lutut dapat dialami setiap orang, tak hanya usia lanjut tetapi orang dewasa. Hal ini pun sering dikaitkan dengan osteoporosis dan osteoarthritis.
Dokter RM Suryo Anggoro Kusumo Wibowo SpPD dari Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI / RS Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta pun membeberkan beda keduanya.
Osteoporosis dan osteoarthritis memang dua jenis penyakit tulang yang berbeda. Keduanya memiliki gejala medis yang berbeda, dan didiagnosa serta disembuhkan dengan cara yang berbeda juga.
Baca juga: Terapi Osteoarthritis Cegah Nyeri Berkepanjangan
"Osteoartritis merupakan pengapuran yang terjadi akibat kerusakan pada tulang rawan sendi atau bantalan sendi sedangkan osteoporosis merupakan keropos tulang sehingga mudah patah," kata Suryo dalam webinar bertajuk Pengeroposan Vs Pengapuran Tulang: Apa Bedanya?, pekan lalu.
Ia kemudian memberikan penjelasan perbedaan di antara keduanya. Menurutnya, pengapuran terjadi tulang rawan menipis dan sendinya aus terutama pada seni yang menopang berat badan sehingga gejalaya aka merasakan nyeri pada sendi, terutama bila sendi digerakan, atau adanya sedi berbunyi.
Sedangkan osteoporosis bisa terjadi pada seluruh tulang dengan biasanya tidak menimpulkan gejala atau keluhan tetapi dapat terjadi patah tulang.
Baca juga: Bone Mineral Density Ungkap Risiko Osteoporosis
Pengeroposan tulang atau osteoporosis biasanya terjadi karena puncak massa tulang rendah seperti berat badan yang rendah, kurang aktivitas fisik di usia muda, da kekurangan kalsium, vitamin D dan protein. Biasanya menurut Suryo disebabkan oleh penuaan.
Osteoporosis tidak bergejala, satu satu cirinya patah tulang atau badan makin bungki, tinggi badan berkurang.
Jika osteoporosis terjadi akibat berat badan yang rendah, penyakit ini kebalikannya, yang mana kegemukan menjadi salah satu faktornya di samping penyebab utama lainnya seperti usia tua, cedera pada lutut, reumatik lain dan faktor genetika. (H-2)
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengungkapkan terdapat beberapa penyakit yang sering muncul setelah lebaran.
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Osteoarthritis terjadi ketika tulang rawan lutut menipis sehingga menimbulkan rasa nyeri, kaku, dan pembengkakan.
Di Indonesia, prevalensi osteoartritis mencapai sekitar 15% pada usia 40 tahun ke atas dengan perempuan yang memiliki risiko osteoartritis lebih tinggi dibanding pria.
UPSTATE Medical University di Amerika Serikat kini menawarkan terapi radiasi dosis rendah sebagai pilihan baru untuk mengatasi osteoartritis (peradangan kronis di sendi)
DOKTER Ortopedi mengatakan perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam memperlambat kerusakan sendi dalam hal pengapuran lutut atau osteoartritis.
TKR adalah prosedur bedah yang menggantikan sendi lutut yang rusak akibat osteoartritis dengan protesa atau implan buatan.
Terapi stem cell dapat menjadi pilihan untuk pengobatan beragam penyakit. Agar aman dan efektif, pilih penyedia layanan yang tepercaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved