Jumat 27 November 2020, 09:15 WIB

Sekolah Tatap Muka, Utamakan Cegah Klaster Institusi Pendidikan

Suryani Wandari | Humaniora
Sekolah Tatap Muka, Utamakan Cegah Klaster Institusi Pendidikan

ANTARA/MOCH ASIM
Murid SMP Negeri 1 Surabaya mengikuti pelaksanaan tes usap (swab) untuk persiapan belajar tatap muka di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/11)

 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan pembukaan kembali pembelajaran tatap muka dalam masa pandemi covid-19 harus dilakukan dengan mengutamakan pencegahan penularan. Sebab, guna mencegah timbulnya klaster baru, yaitu klaster di lingkungan institusi pendidikan.

"Untuk menghindari potensi klaster baru di lingkungan institusi pendidikan, maka kegiatan sekolah tatap muka harus mengikuti ketentuan yang disyaratkan," tegas Wiku, Kamis (26/11) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Kemendikbud Optimistis 1 Juta Guru PPPK Terpenuhi Akhir Tahun

Ketentuan yang dimaksud harus merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri terkait penyelenggaraan pembelajaran tatap muka. Untuk sekolah atau institusi pendidikan, sebelum diperbolehkan membuka kegiatan belajar mengajar harus memenuhi daftar periksa.

Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer dan disinfektan. Juga harus mampu mengakses mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memilki alat pengukur suhu badan atau thermogun .

Dirinya juga menegaskan, satuan pendidikan harus memiliki pemetaan seluruh elemen sekolah yang mencakup kondisi kesehatan atau riwayat komorbid, risiko perjalanan pulang pergi termasuk akses transportasi yang aman untuk siswa dan gurunya.

Serta riwayat perjalanan dari daerah dan zona risiko tinggi dan kontak erat, juga pemeriksaan rentang isolasi mandiri yang harus diselesaikan pada kasus positif covid-19. Kemudian persetujuan Komite Sekolah atau perwakilan orang tua atau wali.

"Semua ini harus dilakukan dengan simulasi yang melibatkan berbagai pihak tingkat daerah, orang tua murid, pihak sekolah dan pemerintah daerah agar akhirnya dicapai suatu kondisi yang ideal untuk sekolah melakukan tatap muka dan bertahap," jelas Wiku.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. SKB ini ditandatangi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri yang diumumkan pada Jumat 20 November 2020 di Jakarta. (H-3)

Baca Juga

MI/ Moh Irfan

BPJS Kesehatan Ingin Masyarakat Teredukasi Soal Layanan Kesehatan

👤Dinda Shabrina 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:59 WIB
MASYARAKAT sangat membutuhkan edukasi terkait layanan kesehatan yang diselanggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)...
Dok. i3L

Terus Lakukan Inovasi, Dundee dan i3l Kembangkan Kerjasama Double Degree

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 21:59 WIB
"Mahasiswa nantinya akan diberikan gelar sarjana dari Biomedicine i3L, serta dari University of...
Antara

RI, ASEAN dan Jerman Perkuat Kerja Sama Penanganan Sampah Laut

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 02 Desember 2022, 21:59 WIB
Pencemaran sampah laut menjadi permasalahan lintas batas wilayah. Pun, sampah laut mengganggu ekosistem dan pariwisata yang berdampak pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya