Selasa 24 November 2020, 10:30 WIB

Ini Cara Pencairan BSU Guru Honorer

mediaindonesia.com | Humaniora
Ini Cara Pencairan BSU Guru Honorer

ANTARA/ARNAS PADDA
Seorang guru menerangkan materi saat kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di SMK Muhammadiyah 5 Tello Baru, Makassar, Selasa (17/11).

 

Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) nonPNS tidak perlu membuat rekening baru untuk bantuan BSU Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal tersebut ditegaskan Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbud Abdul Kahar. 

“Tidak perlu, karena kami telah membuatkan rekening baru untuk setiap PTK. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa bantuan disalurkan secara transparan dan akuntabel,” ujar Abdul Kahar di Jakarta, Selasa (24/11).

Baca juga: Sinergikan Nuklir dengan Multidisiplin Ilmu dalam Era Industri 4.0

PTK menyiapkan dokumen pencairan BSU sesuai informasi yang didapatkan, yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) jika ada, surat keputusan penerima BSU yang dapat diunduh dari Info GTK dan PDDikti, serta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang dapat diunduh dari Info GTK dan PDDikti, diberi materai, dan ditandatangani. 

PTK mendatangi bank penyalur untuk melakukan aktivasi rekening dan menerima BSU. PTK diberikan waktu untuk mengaktifkan rekening hingga tanggal 30 Juni 2021.

“Setelah dokumen lengkap, PTK dapat mendatangi bank penyalur untuk pencairan dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan dan menunjukkan ke petugas bank penyalur untuk diperiksa,” terang dia.

Baca juga: Indonesia - Belanda Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Riset

Persyaratan bagi PTK untuk menerima BSU Kemendikbud yakni WNI, berstatus sebagai PNS, memiliki penghasilan Rp5.000.000 per bulan, tidak menerima bantuan subsidi upah atau gaji dari Kementerian Ketenagakerjaan hingga tanggal 1 Oktober 2020, dan tidak menerima kartu prakerja sampai dengan tanggal 1 Oktober 2020.

Besaran BSU yakni Rp1.800.000 yang diberikan sebanyak satu kali. Sasaran yang mendapatkan bantuan subsidi upah tersebut berstatus nonPNS meliputi dosen, guru, guru yang bertugas sebagai kepala sekolah, pendidik PAUD, pendidik kesetaraan, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga administrasi.

Total sasaran sebanyak 2.034.732 orang yang terdiri dari 162.277 dosen pada PTN dan PTS. Kemudian 1.634.832 guru dan pendidik pada satuan pendidikan negeri dan swasta, serta 237.623 tenaga perpustakaan, tenaga umum, dan tenaga administrasi. (H-3)

Baca Juga

Youtube

Tong Kosong Nyaring Bunyinya Peribahasa Terpopuler di Indonesia

👤Zubaedah Hanum 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 16:05 WIB
DARI begitu banyak peribahasa, ternyata peribahasa 'Tong Kosong Nyaring Bunyinya' menjadi yang...
Ist

Sambut Hari Pangan Sedunia, Dua Perusahaan Sumbang Susu Cair untuk Anak-anak

👤Eni Kartinah 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 15:43 WIB
Donasi 100 ribu kotak susu cair akan diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan di 17 daerah di seluruh...
DOK Kemendikbudristek

PTM Terbatas Opsi Bijaksana Di Masa Pandemi

👤Widhoroso 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 15:31 WIB
PEMERINTAH daerah yang saat ini berada di level 1, 2, dan 3 Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diharapkan segera melaksanakan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya