Kamis 19 November 2020, 00:23 WIB

Bantu Warga Terdampak Covid-19, Jababeka Ajak Budidaya Hidroponik

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Bantu Warga Terdampak Covid-19, Jababeka Ajak Budidaya Hidroponik

Dok. Jababeka
Pelatihan hidroponik oleh Jababeka

 

TAK bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan memaksa merumahkan karyawan, atau bahkan sampai mem-PHK karyawannya. Tetapi, sebenarnya kita bisa menghadapi masa pandemi dengan optimis dan terus berusaha. Salah satunya ialah dengan memulai usaha budidaya tanaman hidroponik.

Hal ini serupa yang ada di pikiran Jababeka Infrastruktur, salah satu anak usaha Jababeka Group. Jababeka Infrastruktur berinisiatif membuat komunitas farming bernama “Jadul” atau Jababeka Peduli dan memberikan workshop budidaya hidroponik kepada karyawan yang dirumahkan atau kehilangan pekerjaannya dan mahasiswa Presiden University. 

Tujuan workshop sendiri untuk mengajak para karyawan yang terdampak Covid-19 dan mahasiswa President University yang juga berada di kota Jababeka Cikarang mencoba bertani hidroponik. Hidroponik sendiri merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Diane Damayanti selaku advisor dari PT. Jababeka Infrastruktur sekaligus pembina komunitas Jadul, menjelaskan, sayuran dan buah yang dihasilkan melalui penanaman sistem hidroponik semakin diminati masyarakat di masa pandemi ini. Hal itu dimungkinkan karena hasil melalui sistem hidroponik, apakah itu sayuran pakcoy, sawi, kangkung, atau selada, biasanya kualitasnya lebih bagus dan berkualitas. 

"Oleh karenanya, biasanya, harga jualnya lebih mahal dan tentu bisa jadi penambah penghasilan untuk keluarga," terangnya dalam acara Penanaman 500 Benih Pakcoy di Media Kerangka Hidroponik di Asrama Mahasiswa President University, di Kota Jababeka Cikarang, Jawa Barat.

Baca juga : Menparekraf Nilai Pekerja Migran Bisa Jadi Duta Pariwisata

Diana menambahkan bahwa memulai budidaya daya tanaman hidroponik tidak sulit. Para pemula pun bisa melakukan budi daya ini. 

"Pertama, sistem hidroponik ini tidak butuh tanah, sehingga kita bisa menempatkan di area rumah kita yang kosong, bisa di teras atau pun rooftop. Kedua, tidak memakai pestisida sehingga bisa menghasilkan sayuran dan buah yang lebih sehat. Ketiga, sistem ini bisa dilakukan kapan saja tanpa mengenal musim. Keempat, periode tanam lebih pendek dibanding dan pengendalian hama dan penyakit lebih muda, " urai Diane di depan puluhan peserta workshop saat menanam benih tanaman.

Dengan kata lain, kata Diane, peluang berhasil menanam budidaya tanaman melalui hidroponik sangat besar. Jika seseorang menjadikan ini hobi, maka ia akan menjadi hobi yang menghasilkan. Sementara kalau mau diseriusi, budidaya tanaman hidroponik bisa menjadi profesi yang menjanjikan.

Pasalnya, menurut Diane,  budidaya tanaman hidroponik memiliki potensi cukup baik sebagai tambahan penghasil saat ini. Itu dikarenakan permintaannya yang terus meningkat.

“Permintaannya, macam-macam, mulai dari restoran, pasar, sampai pasar modern. Selain itu, kamu juga bisa menjualnya ke sosial media atau e-commerce,” terangnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Akbar Tado

KLHK Anggarkan Rp20 Miliar untuk Pencegahan Karhutla di Kawasan Konservasi

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 30 November 2021, 09:24 WIB
Pada 2022 mendatang KLHK memiliki pagu anggaran sebesar Rp7,1...
Antara

BMKG Prakirakan Cuaca Cerah di Sejumlah Kota Besar

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 09:20 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca sejumlah kota besar di Indonesia cerah berawan atau berawan pada...
Ist/Jamsostek

Menteri Kelautan dan Perikanan Serahkan Santunan BPJAMSOSTEK Rp1,99 Miliar untuk 21 ABK KM Hentri I

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 08:52 WIB
BPJAMSOSTEK menyerahkan santunan jaminan sosial ketenagakerjaan senilai Rp1.99 miliar kepada 21 anak buah kapal (ABK) korban...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jokowi Jamin Keamanan Investasi

Pengusaha meminta pemerintah dan DPR selaku pembuat undang-undang mempercepat proses perbaikan UU Cipta Kerja seusai putusan MK.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya