Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan memaksa merumahkan karyawan, atau bahkan sampai mem-PHK karyawannya. Tetapi, sebenarnya kita bisa menghadapi masa pandemi dengan optimis dan terus berusaha. Salah satunya ialah dengan memulai usaha budidaya tanaman hidroponik.
Hal ini serupa yang ada di pikiran Jababeka Infrastruktur, salah satu anak usaha Jababeka Group. Jababeka Infrastruktur berinisiatif membuat komunitas farming bernama “Jadul” atau Jababeka Peduli dan memberikan workshop budidaya hidroponik kepada karyawan yang dirumahkan atau kehilangan pekerjaannya dan mahasiswa Presiden University.
Tujuan workshop sendiri untuk mengajak para karyawan yang terdampak Covid-19 dan mahasiswa President University yang juga berada di kota Jababeka Cikarang mencoba bertani hidroponik. Hidroponik sendiri merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.
Diane Damayanti selaku advisor dari PT. Jababeka Infrastruktur sekaligus pembina komunitas Jadul, menjelaskan, sayuran dan buah yang dihasilkan melalui penanaman sistem hidroponik semakin diminati masyarakat di masa pandemi ini. Hal itu dimungkinkan karena hasil melalui sistem hidroponik, apakah itu sayuran pakcoy, sawi, kangkung, atau selada, biasanya kualitasnya lebih bagus dan berkualitas.
"Oleh karenanya, biasanya, harga jualnya lebih mahal dan tentu bisa jadi penambah penghasilan untuk keluarga," terangnya dalam acara Penanaman 500 Benih Pakcoy di Media Kerangka Hidroponik di Asrama Mahasiswa President University, di Kota Jababeka Cikarang, Jawa Barat.
Baca juga : Menparekraf Nilai Pekerja Migran Bisa Jadi Duta Pariwisata
Diana menambahkan bahwa memulai budidaya daya tanaman hidroponik tidak sulit. Para pemula pun bisa melakukan budi daya ini.
"Pertama, sistem hidroponik ini tidak butuh tanah, sehingga kita bisa menempatkan di area rumah kita yang kosong, bisa di teras atau pun rooftop. Kedua, tidak memakai pestisida sehingga bisa menghasilkan sayuran dan buah yang lebih sehat. Ketiga, sistem ini bisa dilakukan kapan saja tanpa mengenal musim. Keempat, periode tanam lebih pendek dibanding dan pengendalian hama dan penyakit lebih muda, " urai Diane di depan puluhan peserta workshop saat menanam benih tanaman.
Dengan kata lain, kata Diane, peluang berhasil menanam budidaya tanaman melalui hidroponik sangat besar. Jika seseorang menjadikan ini hobi, maka ia akan menjadi hobi yang menghasilkan. Sementara kalau mau diseriusi, budidaya tanaman hidroponik bisa menjadi profesi yang menjanjikan.
Pasalnya, menurut Diane, budidaya tanaman hidroponik memiliki potensi cukup baik sebagai tambahan penghasil saat ini. Itu dikarenakan permintaannya yang terus meningkat.
“Permintaannya, macam-macam, mulai dari restoran, pasar, sampai pasar modern. Selain itu, kamu juga bisa menjualnya ke sosial media atau e-commerce,” terangnya. (OL-7)
Agar berkelanjutan, tim pengabdian USK menyerahkan instalasi hidroponik bertenaga surya kepada desa itu.
Panel surya yang dipasang tidak hanya membantu sistem irigasi hidroponik, tapi juga memperkuat efisiensi energi di kawasan perkotaan.
Pola budi daya di lahan terbuka membuat media tanam tidak terkendali.
Pertanian vertikal hidroponik ini menghasilkan 2 ton sayuran per bulan, dipasarkan melalui marketplace dan didistribusikan ke hotel serta restoran.
BALAI Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Jawa Barat, memperkenalkan pertanian modern kepada 140 petani.
Solar panel efisien dan cocok diterapkan di lingkungan perkotaan. Dengan menggunakan energi terbarukan, biaya operasional bisa ditekan dan lingkungan pun tetap terjaga.
KETUA MUI Bidang Infokom KH Masduki Baidlowi menyebut konsep ekoteologi adalah pemahaman bahwa manusia dan lingkungan memiliki hak yang sama
Aktinomiset, terutama genus Streptomyces, menjadi salah satu kelompok bakteri dengan potensi tinggi sebagai pengendali hayati penyakit tanaman.
Di Indonesia, beluntas digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional, termasuk untuk mengatasi demam dan gangguan pencernaan.
Tanaman bukan sekadar elemen dekoratif, tetapi juga bagian dari solusi untuk kesehatan, kualitas udara, pangan sehat, dan ruang hidup yang lestari.
Patikan Kebo mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, fenolik, tanin, terpenoid, saponin, steroid, dan antrakuinon.
Program Jaksa Garda Desa mengambil tema Pemberdayaan Lahan dan Badan Usaha Milik Desa dalam rangka Swasembada Pangan yang dirangkaikan dengan penanaman bawang merah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved