Jumat 13 November 2020, 02:55 WIB

Pastikan Keamanan Vaksin Covid-19

Ihfa Firsausya | Humaniora
Pastikan Keamanan Vaksin Covid-19

Dok. Metro TV
Anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional Soedjatmiko.

 

 

PRESIDEN Joko Widodo telah mengamanatkan bahwa ketersediaan vaksin covid-19 harus efektif, cepat, dan aman. Karena itu, kehatihatian dalam memproduksi vaksin tetap harus dijaga.

Anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional Soedjatmiko menyebut ada beberapa hal yang dapat menjamin keamanan dan efektivitas vaksin. Pertama ialah respons pada subjek yang disuntik.

“Contohnya yang diuji klinik fase 3 di Bandung. Kalau mereka tidak ada keluhan mereka tidak akan melapor. Kalau ada keluhan sedikit mereka akan melapor,” kata Soedjatmiko dalam program Prime Talk di Metro TV, tadi malam.

Selanjutnya, efektivitas vaksin akan ditentukan oleh pihak yang melakukan uji klinik serta badan otoritas yang mengawasinya. Dalam hal ini di Indonesia adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) yang nantinya akan menilai keamanan dan efektivitas vaksin.

“Termasuk vaksin yang diimpor pun demikian. Karena di negara masing-masing juga ada badan-badan yang mengawasi fase demi fase,” katanya.

Di sisi lain, proses pengadaan vaksin yang dipercepat menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Menurut Sudjatmiko, yang dimaksud bukanlah mempercepat tahapan pemeriksaan laboratorium tetapi efesiensi administrasi dan operasional.

Seperti diberitakan, Indonesia tengah menanti selesainya uji vaksin yang sedang berjalan. Di antaranya vaksin Merah Putih yang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Sinovac dari Tiongkok yang sedang diuji di Bandung.

Pengembangan Vaksin Merah Putih dikabarkan sudah mencapai 55% dan telah memasuki tahun menghasilkan protein rekombinan. Sementara Sinovac saat sudah berada pada tahap uji klinis fase 3 di Bandung dan telah mengambil subjek sebanyak 1.620 orang dewasa.

Soedjatmiko mengatakan bahwa nantinya vaksin tidak bisa berdiri sendiri untuk secara drastis menghentikan pandemi. Menurutnya, keberadaan vaksin tetap harus didukung oleh 3T (testing, tracing, treatment) dan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

“Vaksin itu memperkuat dan mempercepat proses berakhirnya pandemi tapi tidak bisa berdiri sendiri mengakhiri pandemi,” jelasnya.

Nantinya, vaksinasi covid- 19 diprioritaskan untuk kelompok usia 19-59 tahun.

Menurut Sodjatmiko, hal ini dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan.

“Pertama bahwa sejak awal di negara yang mendesain vaksin memang protokolnya memilih umur itu karena di negara tersebut yang kena dan meninggal adalah umur antara 19-59 tahun,” jelasnya.

“Ternyata kondisi ini cocok dengan Indonesia bahwa yang positif sakit antara umur 19-59 menurut data Gugus Tugas Covid-19 adalah sekitar 78,5% berada di antara umur itu dan yang meninggal paling banyak di kelompok itu yakni 54,3%,” imbuhnya.

Sementara bagi kelompok di luar rentang umur tersebut, lanjutnya, mereka tidak divaksin dan hal ini disebut sebagai konsep herd immunity.

“Kalau yang umur 19-59 karena mereka aktif bekerja dan sebagainya, 78% itu berisiko sakit dan berisiko menularkan. Kalau itu (vaksinasi untuk kelompok tersebut) mencapai jumlah 75% atau lebih, maka sisanya itu akan terlindungi, itu yang disebut herd immunity,” jelas Soedjatmiko.

Dia juga mengatakan bahwa nantinya pemberian vaksin tidak menghasilkan kekebalan yang instan tetapi memerlukan waktu agar tubuh mengenali vaksin tersebut. Menurutnya, butuh waktu paling cepat dua minggu setelah imunisasi untuk tercapai ambang vaksin mampu melindungi manusia dari virus.

Dia kembali meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi aman dan perlu dilakukan. Keamanan ini dijamin dari pengkajian yang teliti pada setiap fase, baik di negara asalnya maupun di Indonesia.

“Kalau kita tidak diberikan imunisasi terbukti bahwa dari Maret sampai Oktober tiap hari meninggal bahkan pernah pada September 160 per hari orang Indonesia meninggal. Karena itu, dengan 3T dan 3M saja ternyata penurunan kematian sangat pelan jadi perlu imunisasi dan harus mencapai 70%,” pungkasnya.

Sebelumnya telah dikatakan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito bahwa vaksin covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat aman. Wiku menyebut bahwa vaksin adalah virus yang dilemahkan dan pada prinsipnya tidak berbahaya. (Ifa/S2-25)

Baca Juga

Dok. Kemenko PMK

Menko PMK Klaim Pelaksanaan Mudik Lebaran Tahun Ini Sukses

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:05 WIB
Muhadjir mengatakan, bukti sukses pelaksanaan mudik 2022 adalah angka kecelakaan telah menurun dibandingkan mudik tahun...
Freepik.com

Hepatitis Akut Merebak, Orangtua Diminta Bawa Anaknya ke Rumah Sakit Jika Alami Gejala

👤Selamat Saragih 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:59 WIB
Anak yang diperiksa kemungkinan akan diminta untuk melakukan kontrol ulang. Saat kontrol ulang, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan...
Frepik.com

Inovasi Deteksi Dini Tingkatkan Cangkupan Skrining Kanker Serviks di Indonesia

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:49 WIB
Meski termasuk jenis kanker yang mematikan, ternyata risikonya dapat dicegah dengan pemeriksaan secara terpersonalisasi sejak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya