Sabtu 03 Oktober 2020, 17:05 WIB

Badai Sitokin, Penyebab Kerusakan Paru Penderita Covid-19

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Badai Sitokin, Penyebab Kerusakan Paru Penderita Covid-19

ANTARA/BASRI MARZUKI
Seorang petugas menutup pintu ruang perawatan COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura, Palu, Sulawesi tengah, Rabu (30/9).

 

Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas Andani Eka Putra menyatakan perusakan paru-paru pada penderita covid-19 bukan disebabkan oleh virus.

Menurutnya virus apapun tak punya toksin atau racun dan tak punya protein yang bersifat proteolitik atau merusak dinding sel tubuh. Ia mengatakan kerusakan pada paru-paru terjadi karena adanya badai sitokin.

"Virus tidak punya protein yang bersifat proteolitik. Kerusakan yang terjadi pada paru-paru kita itu terjadi karena badai sitokin begitu istilahnya," kata Andani dalam diskusi virtual Polemik MNC Trijaya bertajuk Sinergi Mencari Obat Covid, Sabtu (3/10).

Baca juga: LBH Konsumen Jakarta: Tindak Tegas RS Palsukan Status Pasien Covid
 

Badai sitokin atau cytokine storm merupakan reaksi berlebih sistem kekebalan tubuh atau imun. Sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi penting dalam penanda sinyal sel.

Ketika SARS-CoV-2 memasuki tubuh, sel-sel darah putih akan merespons dengan memproduksi sitokin. Sitokin tersebut lalu bergerak menuju jaringan yang terinfeksi dan berikatan dengan reseptor sel tersebut untuk memicu reaksi peradangan.

"Jadi bagian paru-paru yang terinvfeksi virus diserang oleh sistem imun secara berlebihan. Ituu menumbiukan proses peradangan masif pada jaringan paru-par," katanya.

Sehingga kata Andani, pada pegobatan covid-19 salah satunya menekan sistem imun. "Contohnya pada pasien covid, proses tingkat pebelahan sel imun meningkat maka diberikan obat yang bisa menghambat pembelahan sel imun tadi," lanjutnya.

Peradangan pada paru-paru itu sayangnya bisa terus terjadi meski infeksi sudah selesai. Selama peradangan, sistem imun juga melepas molekul bersifat racun bagi virus dan jaringan paru-paru. Tanpa penanganan yang tepat, fungsi paru-paru pasien dapat menurun hingga membuat pasien sulit bernapas. Kondisi inilah yang kemudian bisa membuat pasien Covid-19 akhirnya meninggal dunia atau tak bisa bertahan. (H-3)

Baca Juga

Antara/Mohamad Hamzah

Pengawasan Ketat Ternak Impor dan Karantina Hewan Cegah Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:44 WIB
“Titik-titik pemeriksaan, pengawasan dan karantina untuk sapi impor perlu menjadi fokus pemerintah supaya PMK tidak semakin...
DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya