Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang masih melanda Indonesia dan sebagian besar dunia memang membuat kita semua harus mawas diri. Setiap kegiatan di luar rumah, apalagi yang melibatkan orang banyak pun diharuskan mematuhi protokol kesehatan.
Hal itu untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. Situasi dan kondisi itu disadari betul oleh OMNI Hospital Pulomas. Itu sebabnya pada hari jadi mereka yang ke-48 tahun, OMNI Hospital Pulomas mengadakan acara sederhana berupa kegiatan CSR, yakni Donor Darah dan Pemeriksaan Rekam Jantung (Elektrokardiogram-EKG) gratis kepada 48 orang untuk masyarakat sekitar dengan tema Together in Harmony. Acara itu tetap menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan pencegahan covid-19 sesuai dengan arahan dari pemerintah.
Baca juga: Perawatan Gigi Berkala Kurangi Potensi Penyakit Jantung Koroner
“Untuk ulang tahun kali ini memang sedikit berbeda dari biasanya. Di tengah masa pandemi ini, OMNI Hospital Pulomas memperingati HUT dengan sederhana tanpa mengundang keramaian yaitu Pemeriksaan Rekam Jantung (Elektrokardiogram-EKG) kepada masyarakat sekitar dan kegiatan donor darah. Makna dari tema Together in Harmony ini adalah agar kita tetap bersatu di dalam masa pandemi ini sehingga dapat bangkit dan mampu melewati setiap tantangan," ujar Direktur OMNI Hospital Pulomas, dr. Johny Nurdin.
Selain kegiatan CSR, mereka juga mengadakan kegiatan internal seperti lomba badminton. Direktur rumah sakit beserta perwakilan jajaran management pun mengunjungi para pasien rawat inap & rawat jalan dan memberikan kenang-kenangan kepada para pasien. Acara ditutup dengan melakukan pemotongan tumpeng dan ramah tamah.
Menurut Johny, OMNI Hospitals didukung oleh dokter spesialis maupun sub spesialis yang kompeten dan dilengkapi dengan alat-alat penunjang medis dengan teknologi terkini. OMNI Hospitals juga telah memperoleh sertifikasi kategori Paripurna (Bintang Lima) dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Penghargaan dan pengakuan itu menegaskan keberadaan OMNI Hospitals sebagai penyedia layanan kesehatan premium pada industri kesehatan. (RO/A-1)
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Dengan dukungan sensor pemantau aliran darah dan denyut jantung, jam tangan pintar dapat merekam aktivitas jantung secara berkelanjutan selama digunakan oleh pemiliknya.
Serangan jantung umumnya disebabkan oleh masalah mekanik pada pembuluh darah, sementara kematian jantung mendadak lebih berkaitan dengan sistem kelistrikan organ tersebut.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit jantung adalah keterlambatan diagnosis.
Kebocoran aliran darah pada jantung dapat memicu tekanan tinggi pada paru yang berujung pada kondisi fatal yang disebut Sindrom Eisenmenger.
Berbagai penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, kanker, hingga gagal ginjal kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved