Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
IMPLEMENTASI Kampus Merdeka di Untar Pandemi Covid-19 berdampak ke segala aspek kehidupan, tak terkecuali pendidikan. Meski demikian, Universitas Tarumanagara (Untar) sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia terus berinovasi untuk memberikan pendidikan berkualitas yang berlandaskan IPE (Integritas, Profesionalisme, dan Entrepreneurship).
Memasuki tahun akademik baru yang akan dimulai akhir Agustus 2020 ini, Untar mengadakan Students and Parents Meeting gelombang 1 (pertama) dalam rangka persiapan perkuliahan bagi mahasiswa baru secara daring, Senin (10/8) dan Selasa (11/8).
Rektor Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan memaparkan informasi terkait Untar dan implementasi Kampus Merdeka untuk menciptakan SDM Unggul Berjiwa Pancasila di hadapan orang tua dan mahasiswa.
"UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3 mengatur tentang tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab," ujar Rektor.
Kebijakan Kampus Merdeka yang akan diberlakukan di Untar selain pembelajaran dilaksanakan secara blended learning atau kombinasi daring dan luring, juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah lintas prodi untuk memperkaya wawasan dan kemampuan mahasiswa demi menghadapi perkembangan Industri 4.0
Perubahan desain proses belajar, kegiatan terstruktur, dan kegiatan mandiri menjadi suatu sistem perkuliahan perlu diperhatikan dalam implementasi Kampus Merdeka. Mengedepankan kolaborasi dengan semua pihak, berpartisipasi aktif dalam penelitian dosen sehingga mahasiswa terasah logika berpikir ilmiahnya, melatih integritas, profesionalitas, dan kemampuan entrepreneurship mahasiswa merupakan nilai-nilai yang harus dikembangkan untuk menjadi ciri khas Untar.
Mahasiswa dituntut sekaligus diberi kesempatan untuk berinovasi dan aktif berorganisasi serta berkegiatan sosial sehingga tidak hanya memiliki hard skill, tapi juga memiliki soft skill. Pendidikan di kampus harus mengajarkan pendidikan karakter yang pada akhirnya mahasiswa dapat berperilaku positif dengan tulus dan berkontribusi bagi masyarakat.
"Kebijakan Kampus Merdeka di Untar dilaksanakan melalui banyak hal, seperti memberikan pengakuan kepada prestasi mahasiswa yang relevan dengan pengembangan profesional dan entrepreneurial dikonversi menjadi SKS mata kuliah, serta mengarahkan tugas akhir berbasis inovasi perancangan industri, kebutuhan dunia industri, dan profesional," ucap Rektor.
Hal serupa dikemukakan Rektor dalam Seminar daring Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada Rabu (12/8), diikuti sekitar 400 dosen Untar. Sesuai UU No.12 tahun 2012, dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasi, mengembangkan serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Namun, dalam konsep pembelajaran Kampus Merdeka berdasarkan Permendikbud No. 3 Tahun 2020, dosen tidak hanya mengajarkan keilmuan semata, tapi juga mengajarkan kreativitas dan berpikir kritis.
“Dosen mengajarkan kreativitas serta mengajak mahasiswa berpikir kritis dan jauh ke depan. Kreativitas dapat dikembangkan melalui pendidikan, pelatihan dan praktik lapangan. Mahasiswa perlu ditanamkan untuk memiliki rasa empati, berbagi, dan melayani sesama bukan hanya untuk diri sendiri. Sebagai dosen, harus menanamkan hal ini kepada mahasiswa,“ jelas Rektor.
“Kita sebagai dosen mengajarkan kolaborasi ke mahasiswa dengan semua pihak, misalnya mendorong mahasiswa berkolaborasi dengan dosen dalam menghasilkan tulisan ilmiah. Dosen juga harus mengajarkan kemampuan entrepreneurship, menghargai kreativitas dan inovasi juga keaktifan dalam organisasi dan berbagai kegiatan sosial atau pengabdian kepada masyarakat. Dengan ketulusan hati, mahasiswa berkontribusi bagi semua orang. Hal ini diajarkan melalui pendidikan karakter mahasiswa,” lanjutnya.
Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Dr. Gunardi Lie, S.H., M.H. mengatakan bahwa Untar berupaya membantu Pemerintah dalam mencerdaskan dan menyejahterahkan bangsa melalui pendidikan serta kesehatan dengan terus berinovasi serta beradaptasi sesuai tantangan zaman.
“Untar di bawah Yayasan Tarumanagara akan terus berkembang dan melakukan banyak inovasi, sehingga tidak hanya menjadi salah satu universitas swasta unggulan di Indonesia, namun, Untar juga terus berusaha menjadi universitas kebangaan di Asia Tenggara,” jelas Dr. Gunardi Lie, S.H., M.H. (OL-09)
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Fokus utama Baznas tetap kepada fakir miskin, khususnya bagaimana kelompok yang tidak mampu dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat.
FGD ini dihadiri oleh perwakilan dari 56 perguruan tinggi se-Indonesia yang berdialog langsung dengan pelaku industri Malaysia.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara perguruan tinggi dan mitra industri untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan dinamika dan tuntutan dunia profesional.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik lintas negara dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui sinergi antarinstitus.
Dekan FPsi UNJ, Gumgum Gumelar, menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan dunia kerja dalam menyiapkan lulusan psikologi yang adaptif, kompeten.
Berdasarkan rilis resmi THE WUR 2026, UNJ menempati peringkat dunia 1501+ dengan skor keseluruhan 10,3–27,2
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved