Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN Hari Anak Nasional (HAN) pada tahun ini berbeda dari sebelumnya. Mengingat pandemi covid-19 belum mereda, berbagai rangkaian kegiatan dan puncak peringatan HAN 2020 diadakan secara virtual.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, berharap situasi ini tidak mengurangi makna Hari Anak Nasional. Dia menekankan peringatan ini sebagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak, yang menjadi generasi penerus bangsa.
"Tujuan peringatan HAN adalah memberikan pemahaman bahwa anak generasi penerus bangsa. Karenanya, anak harus memiliki bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, semangat kebangsaan, serta kesegaran jasmani. Sehingga, mereka tumbuh dan berkembang dengan baik," papar Bintang dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/7).
Baca juga: Anak-Anak yang Terpapar Covid-19 harus Dapat Perlakuan Khusus
Peringatan HAN juga bertujuan mendorong stakeholder terkait untuk menjadi leading sektor dalam kerja aktif. Sehingga, berdampak pada tumbuh kembang anak. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan pemenuhan dan perlindungan khusus anak di tiap sektor.
Lebih lanjut, Bintang mengatakan peringatan HAN bukan seremonial semata. Kementerian PPPA telah melakukan berbagai kegiatan, seperti webinar dan pemenuhan kebutuhan spesifik anak.
"Di masa pendemi, salah satu kegiatan Kementerian PPPA adalah pemenuhan kebutuhan spesifik yang ada di Tanah Air. Kami dibantu pelaku usaha dan relawan menggunakan dana dekonsentrasi. 70% dana itu diperuntukkan bagi kebutuhan spesifik," imbuh Bintang.
Baca juga: Kemenkes Pastikan Stok Vaksin Anak Aman Selama Pandemi
Bintang berharap anak-anak tetap melakukan hal inovatif dan kreatif di masa pandemi. Adapun Deputi II Kantor Staf Presiden, Abetnego Tarigan, menyebut pemerintah terus memastikan sejumlah hak anak terpenuhi selama masa pandemi covid-19.
"Ada banyak upaya yang dilakukan. Ini tidak cukup hanya dilakukan pemerintah. Upaya ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak, lembaga sosial kemasyarakatan, media dan pelaku usaha," pungkas Abetnego.(OL-11)
WAKIL Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menegaskan bahwa penguatan perlindungan anak di ruang digital harus menjadi prioritas bersama.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan bahwa satuan pendidikan harus ramah anak, sehingga anak mendapatkan haknya atas pendidikan secara utuh.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membongkar praktik aborsi ilegal di sebuah apartemen di Jakarta Timur yang telah beroperasi sejak 2023.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin menjelaskan bahwa sinergi ini penting untuk mendorong partisipasi perempuan dalam politik yang lebih baik.
Prevalensi yang mengalami sunat perempuan masih sangat tinggi meskipun terjadi penurunan dari 50,5 persen pada tahun 2021 menjadi 46,3 persen pada tahun 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved