Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
CAMPAK diprediksi bakal menjadi wabah baru karena banyaknya anak-anak yang kehilangan imunisasi rutin selama pandemi covid-19.
Sedikitnya ada 30 kampanye vaksinasi campak dan rubella (campak jerman) yang dibatalkan di sejumlah negara sepanjang Januari-April 2020.
Selain campak, cakupan imunisasi difteri, tetanus, dan pertusis dosis ketiga (DTP3)juga dilaporkan merosot tajam. "Ini adalah pertama kalinya dalam 28 tahun," sebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Unicef dalam laporan terbaru yang dirilis 15 Juli 2020.
Dari laporan itu diketahui, Indonesia termasuk dalam 24 negara yang melaporkan adanya disrupsi imunisasi karena pandemi covid-19.
Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, layanan imunisasi terganggu karena ketiadaan layanan, keengganan meninggalkan rumah, gangguan transportasi, kesulitan ekonomi, pembatasan pergerakan, dan ketakutan terpapar covid-19.
Selain itu, banyak petugas kesehatan juga tidak tersedia karena pembatasan perjalanan atau pemindahan tugas selama masa karantina serta kurangnya peralatan pelindung.
Gangguan-gangguan itu memundurkan kemajuan yang telah dicapai program vaksinasi dengan susah payah setelah satu dekade.
"Pandemi telah menempatkan kemajuan vaksin dalam risiko. Penderitaan dan kematian yang dapat dihindari yang disebabkan anak-anak yang kehilangan imunisasi rutin jauh lebih besar dari covid-19 itu sendiri, tetapi tidak harus seperti itu. Vaksin dapat dikirimkan dengan aman, bahkan selama pandemi," tegas Ghebreyesus.
"Kita harus mencegah kerusakan lebih lanjut dalam cakup an vaksin dan segera melanjutkan program vaksinasi sebelum nyawa anak anak terancam oleh penyakit lain," timpal Direktur Eksekutif Unicef Henrietta Fore.
Wajib
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof Kusnandi Rusmil mengatakan, imunisasi penting karena memperkuat dan melindungi anak, terlebih di masa pandemi ini. Pasalnya, dampak utama yang ditimbulkan jika ketinggalan jadwal imunisasi ialah turunnya daya tahan tubuh.
"Anak-anak itu harus kuat sehingga tidak boleh ketinggalan imunisasi lainnya. Kalau daya tahan tubuh rendah, anak bisa terkena covid-19," ujar Prof Kusnandi seperti dilansir dari laman Unpad, kemarin.
Pemerintah menganjurkan lima imunisasi yang wajib diberikan pada anak, yakni hepatitis B, polio, BCG, campak, dan pentavalen (DPT,HB, dan HiB). Setiap vaksin memiliki peran untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga memberikan efek perlindungan maksimal dari penyakit berbahaya. (H-2)
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti meningkatnya kembali kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia yang dikaitkan dengan melemahnya herd immunity atau kekebalan kelompok.
CDC menjelaskan bahwa gejala mata muncul karena virus campak tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tetapi juga dapat memengaruhi jaringan tubuh lain, termasuk mata.
Waspadai gejala campak pada anak mulai dari demam tinggi hingga ruam khas. Cek jadwal vaksin MR 2026 dan cara penanganan tepat untuk cegah komplikasi.
RI perkuat imunisasi dan surveilans usai 2 WNA Australia positif campak pasca-perjalanan dari Jakarta & Bandung. Cek detail kasus dan langkah Kemenkes di sini.
Contohnya penyakit polio, jemaah haji dan umrah WNI terpaksa harus dilakukan vaksinasi polio sementara negara lain di kawasan seperti Malaysia dan Brunei Darusalam tidak harus.
Pada 2024, cakupan MR1 tercatat sebesar 92 persen, sedangkan MR2 hanya mencapai 82,3 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved