Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
CAMPAK diprediksi bakal menjadi wabah baru karena banyaknya anak-anak yang kehilangan imunisasi rutin selama pandemi covid-19.
Sedikitnya ada 30 kampanye vaksinasi campak dan rubella (campak jerman) yang dibatalkan di sejumlah negara sepanjang Januari-April 2020.
Selain campak, cakupan imunisasi difteri, tetanus, dan pertusis dosis ketiga (DTP3)juga dilaporkan merosot tajam. "Ini adalah pertama kalinya dalam 28 tahun," sebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Unicef dalam laporan terbaru yang dirilis 15 Juli 2020.
Dari laporan itu diketahui, Indonesia termasuk dalam 24 negara yang melaporkan adanya disrupsi imunisasi karena pandemi covid-19.
Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, layanan imunisasi terganggu karena ketiadaan layanan, keengganan meninggalkan rumah, gangguan transportasi, kesulitan ekonomi, pembatasan pergerakan, dan ketakutan terpapar covid-19.
Selain itu, banyak petugas kesehatan juga tidak tersedia karena pembatasan perjalanan atau pemindahan tugas selama masa karantina serta kurangnya peralatan pelindung.
Gangguan-gangguan itu memundurkan kemajuan yang telah dicapai program vaksinasi dengan susah payah setelah satu dekade.
"Pandemi telah menempatkan kemajuan vaksin dalam risiko. Penderitaan dan kematian yang dapat dihindari yang disebabkan anak-anak yang kehilangan imunisasi rutin jauh lebih besar dari covid-19 itu sendiri, tetapi tidak harus seperti itu. Vaksin dapat dikirimkan dengan aman, bahkan selama pandemi," tegas Ghebreyesus.
"Kita harus mencegah kerusakan lebih lanjut dalam cakup an vaksin dan segera melanjutkan program vaksinasi sebelum nyawa anak anak terancam oleh penyakit lain," timpal Direktur Eksekutif Unicef Henrietta Fore.
Wajib
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof Kusnandi Rusmil mengatakan, imunisasi penting karena memperkuat dan melindungi anak, terlebih di masa pandemi ini. Pasalnya, dampak utama yang ditimbulkan jika ketinggalan jadwal imunisasi ialah turunnya daya tahan tubuh.
"Anak-anak itu harus kuat sehingga tidak boleh ketinggalan imunisasi lainnya. Kalau daya tahan tubuh rendah, anak bisa terkena covid-19," ujar Prof Kusnandi seperti dilansir dari laman Unpad, kemarin.
Pemerintah menganjurkan lima imunisasi yang wajib diberikan pada anak, yakni hepatitis B, polio, BCG, campak, dan pentavalen (DPT,HB, dan HiB). Setiap vaksin memiliki peran untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga memberikan efek perlindungan maksimal dari penyakit berbahaya. (H-2)
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
Kemenkes menyebut hingga pertengahan Maret 2026, tercatat 13.046 suspek dengan 10.301 kasus campak terkonfirmasi. Selain itu, ada 8 kematian akibat campak.
IDAI peringatkan risiko KLB Campak saat mudik 2026. Simak tips dr. Piprim Basarah agar anak tetap sehat dan daftar obat wajib di kotak P3K.
PENYAKIT campak kembali menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 11.094 kasus konfirmasi dengan 69 kematian.
Kasus campak di Indonesia melonjak di awal 2026 dengan 572 kasus terkonfirmasi. Waspadai risiko radang otak dan pneumonia pada anak yang belum divaksin.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved